Sido Muncul Optimistis Kinerja Tetap Moncer di Tengah Gejolak Geopolitik

Nasional, Ekonomi152 Dilihat

BERITABUANA-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang di tengah berbagai tantangan geopolitik global. Kekuatan bahan baku alami lokal menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan perseroan tetap mewaspadai sejumlah tantangan eksternal, termasuk dinamika geopolitik global yang mendorong kenaikan harga bahan kemasan (packaging). Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dapat dikelola karena sekitar 90% bahan baku yang digunakan berasal dari dalam negeri, sehingga dampak fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah relatif terbatas.

“Dengan 90% bahan baku berasal dari dalam negeri, dampak fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah relatif terbatas,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, Sido Muncul terus memperkuat investasi pada sektor hulu herbal nasional. Perseroan meningkatkan kegiatan riset guna memperbaiki kualitas tanaman rempah sebagai bahan baku utama produk herbal. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan penelitian tanaman obat untuk berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes melitus, hingga peningkatan daya tahan tubuh. Sejumlah produk bahkan telah memasuki tahap uji praklinis.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, Sido Muncul meluncurkan platform edukasi digital HerbalPedia. Platform ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengobatan berbasis herbal sekaligus memperkuat penetrasi produk suplemen herbal di pasar.

Di sisi lain, ekspansi pasar internasional juga terus didorong. Pada tahun ini, perusahaan membidik masuk ke pasar Arab Saudi serta memperluas penetrasi di kawasan ASEAN dan Afrika melalui jalur pasar mainstream.

“Kami juga terus menjaga kualitas produk secara konsisten di seluruh lini bisnis serta mengoptimalkan efisiensi biaya melalui peningkatan efektivitas produksi, kemasan, pengelolaan pemasok, iklan dan promosi, serta rantai pasok,” lanjut Irwan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, Sido Muncul mencatat pendapatan sebesar Rp640,5 miliar, turun sekitar 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp789,1 miliar.

Namun, Irwan menegaskan bahwa penurunan tersebut bukan disebabkan oleh melemahnya permintaan konsumen, melainkan akibat normalisasi persediaan di tingkat distributor. Akumulasi stok tersebut dipengaruhi oleh pola penjualan berjenjang serta pembelian distributor dengan harga lama pada akhir tahun 2025.

Menurutnya, persediaan barang yang terlalu tinggi di tingkat distributor berpotensi menimbulkan inefisiensi dan mengganggu stabilitas harga produk di pasar. Meski demikian, permintaan di tingkat ritel masih tetap kuat, terutama di wilayah Jawa dan Sumatra.

Produk-produk herbal unggulan Sido Muncul, seperti Tolak Angin, Kuku Bima Ener-G!, Esemag, dan Tolak Linu, masih mendominasi pasar herbal nasional. Bahkan, Tolak Angin disebut menguasai sekitar 72% pangsa pasar.

Irwan menilai industri herbal masih memiliki prospek yang sangat cerah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan serta tren gaya hidup alami yang terus berkembang. (Ikhsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *