BERITABUANA-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, yang akan memasuki usia ke-75 pada November mendatang, kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu mengurangi angka kebutaan akibat katarak di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar di Semarang, Jawa Tengah.
Melalui salah satu produk unggulannya, Tolak Angin, Sido Muncul bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Jawa Tengah (Perdami Jateng) dan RS Mata Daerah Soepardjo Roestam Semarang menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi 50 penderita, pada Sabtu, 25 April 2026.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan secara virtual oleh Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, kepada Direktur RS Mata Daerah Soepardjo Roestam, Wahyu Handoyo, SKM, M.Kes. Acara ini turut disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, SKM, MSi; Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Moh. Abdul Hakam, Sp.PD, FINASIM; serta Sekretaris I Perdami Jawa Tengah, dr. Andhika Guna Dharma, Sp.M(K), FICS, FISQua.
Irwan Hidayat menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan operasi katarak kedua yang dilakukan Sido Muncul sepanjang tahun 2026, setelah sebelumnya digelar di RS Maranatha Bandung dengan total 200 mata yang dioperasi. Program ini menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan.
“Ini merupakan kali kedua kami menyelenggarakan operasi katarak gratis di tahun 2026. Setelah Bandung, kini kami hadir di Semarang,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menekan jumlah penderita katarak di Indonesia yang terus meningkat setiap tahun. Sejak 2011, Sido Muncul bersama Perdami telah melakukan lebih dari 57.000 operasi mata di seluruh Indonesia. Pada tahun lalu saja, sebanyak 1.050 penderita katarak telah mendapatkan tindakan operasi.
“Tahun ini kami akan terus konsisten melaksanakan operasi katarak gratis, mengingat jumlah penderita katarak di Indonesia masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu,” jelasnya.
Menurut Irwan, keberlanjutan sebuah usaha tidak hanya diukur dari besarnya skala bisnis, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. “Sebuah usaha bisa sukses dan bertahan lama jika mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini juga menjadi cara kami berpromosi sekaligus membantu. Kami memanfaatkan kemampuan dana perusahaan untuk kegiatan yang berdampak positif,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan Sido Muncul tidak semata-mata merupakan program CSR.
“Banyak yang menyebut ini sebagai CSR, namun bagi kami ini lebih dari itu. Sumber dana tidak hanya berasal dari CSR, tetapi juga dari anggaran iklan. Seluruh kegiatan kami diarahkan untuk memberikan kontribusi, mulai dari promosi pariwisata, operasi katarak, operasi bibir sumbing, hingga bantuan penanganan stunting,” tambahnya.
Irwan berharap masyarakat, khususnya penderita katarak, tidak lagi memiliki rasa takut atau persepsi negatif terhadap operasi katarak.
“Kesehatan mata sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Ketika seseorang kehilangan penglihatan, setengah dari kualitas hidupnya ikut hilang. Kami berharap operasi katarak tidak lagi dianggap menakutkan, karena satu-satunya cara untuk sembuh adalah melalui tindakan operasi. Setelah operasi, pasien dapat kembali melihat dengan baik,” tuturnya.
Selain operasi katarak, Sido Muncul juga secara konsisten menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti operasi bibir sumbing gratis serta bantuan bagi anak-anak penderita stunting di berbagai daerah di Indonesia. (Ikhsan)











