Irwan Hidayat : Investasi Saham Keuntungan Bisa Capai 40 Persen

Nasional, Figure287 Dilihat

BERITABUANA-Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, mengkampanyekan gerakan investasi saham kepada masyarakat Indonesia. Ia menilai jumlah investor saham di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi ekonomi nasional. Padahal, keuntungan dari investasi saham dinilai bisa jauh lebih besar dibandingkan menyimpan uang di bank.

Irwan mengungkapkan, saat ini jumlah investor saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Angka tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

“Pemain saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Itu masih kecil sekali. Padahal kalau ingin pasar modal kuat, jumlah investornya harus besar. Karena itu saya sekarang mengkampanyekan agar masyarakat mulai berinvestasi di saham,” kata Irwan kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang ragu berinvestasi di saham karena takut mengalami kerugian atau memiliki pengalaman buruk di masa lalu. Padahal, jika memilih perusahaan yang sehat dan memiliki reputasi baik, investasi saham justru dapat memberikan keuntungan yang signifikan.

Irwan menilai sebagian masyarakat masih lebih memilih menyimpan uang di bank atau bahkan menaruh uang tunai di rumah. Padahal, langkah tersebut dinilai tidak produktif karena uang tidak berkembang.
Ia menyebutkan, bunga simpanan di bank rata-rata hanya berkisar 2–4 persen per tahun. Sebaliknya, keuntungan dari investasi saham dapat jauh lebih tinggi jika investor memilih perusahaan yang tepat.
“Kalau saham itu bisa sampai 40 persen. Minimal 15 sampai 20 persen masih bisa. Yang penting cari perusahaan yang jujur dan sehat,” ujarnya.

Irwan mencontohkan perusahaan-perusahaan besar yang memiliki reputasi baik dan konsisten mencetak keuntungan. Menurutnya, saham perusahaan seperti itu layak menjadi pilihan bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami indikator dasar seperti price earning ratio (PER) sebelum membeli saham agar keputusan investasi lebih terukur.

Banyak Uang Menganggur di Masyarakat
Irwan menilai masih banyak masyarakat Indonesia yang menyimpan uang dalam bentuk yang tidak produktif. Ia bahkan pernah menemukan kasus seseorang yang menyimpan puluhan juta rupiah di lemari karena khawatir dengan biaya administrasi bank.

“Ada yang menyimpan uang puluhan juta di lemari. Ada juga yang menitipkan uangnya ke keluarga. Menurut saya itu tidak produktif,” kata Irwan.

Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang berinvestasi dalam usaha kecil tanpa perhitungan ekonomi yang matang. Menurutnya, pola pikir seperti itu dapat membuat masyarakat sulit berkembang secara finansial.
Kurangi Ketergantungan pada Investor Asing

Irwan menegaskan, peningkatan jumlah investor saham domestik sangat penting bagi kekuatan ekonomi nasional. Jika semakin banyak masyarakat berinvestasi di pasar saham, Indonesia tidak akan terlalu bergantung pada investor asing.
“Kalau investor dalam negeri kuat, kita tidak terlalu tergantung pada investor asing yang punya dana besar,” ujarnya.
Ia mencontohkan negara seperti Amerika Serikat, di mana sebagian besar masyarakatnya aktif berinvestasi di pasar saham. Kondisi tersebut membuat pasar modal mereka menjadi kuat dan stabil.
Irwan pun mengajak masyarakat untuk mulai belajar berinvestasi saham dengan memilih perusahaan yang memiliki reputasi baik dan konsisten menghasilkan keuntungan.

“Jangan biarkan uang menganggur. Cari perusahaan yang reputasinya sudah terbukti bertahun-tahun menghasilkan keuntungan, lalu berinvestasilah di saham,” pungkas Irwan. (Ikhsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *