BERITABUANA-Di tengah gempuran minuman kekinian danpr gaya hidup serba instan, tradisi minum jamu perlahan mulai kehilangan pamornya. Padahal, minuman herbal warisan leluhur ini telah terbukti mampu menjaga daya tahan tubuh dan meringankan gejala kesehatan secara alami.
Ironisnya, minat generasi muda terhadap jamu justru kalah oleh tren minuman modern yang belum tentu lebih sehat.
Melihat kondisi tersebut, Sido Muncul tak tinggal diam. Produsen jamu legendaris asal Indonesia ini mengusung inovasi menarik untuk membumikan kembali budaya minum jamu, khususnya di kalangan masyarakat urban dan pelaku usaha kuliner lokal.
Lewat kegiatan bertajuk ‘Angkringan Jamu’, Sido Muncul mencoba menghadirkan jamu dalam kemasan dan cara penyajian yang lebih praktis dan relevan dengan selera masa kini.
Pelatihan ‘Angkringan Jamu’ ini dibuka langsung oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat. Dalam paparannya, Irwan membagikan perjalanan Sido Muncul yang dulunya beromzet kecil, kini menjadi brand yang dipercaya dan dicintai masyarakat Indonesia.
Irwan mengatakan, pertumbuhan Sido Muncul tak lepas dari komitmen menjaga kualitas produk serta keberhasilan melewati uji khasiat dan uji klinis yang menjadi pondasi kepercayaan konsumen.
“Uji klinis itu kalau diminum tidak merusak organ tubuh dan juga lulus uji khasiat. Ketika penjualan tambah semakin maju, saya mulai beriklan bahwa produk sudah diuji klinis. Akhirnya saya punya tagline ‘orang pintar minum tolak angin’,” kata Irwan di The Westlake Resto, Yogyakarta.











