BERITABUANA-Pada Desember 2025, sejumlah sumber pasar melaporkan bahwa BlackRock kembali mencatat aktivitas pembelian saham SIDO. Menurut catatan, BlackRock disebut “terpantau borong 2,46 juta lembar saham SIDO sepanjang Desember 2025.”
Sebelumnya, sepanjang 2025 BlackRock sudah sempat mengakumulasi saham SIDO membeli sekitar 5,76 juta saham pada kuartal I dan II 2025.
Bahkan pada pertengahan Juli 2025, kepemilikan BlackRock di SIDO tercatat naik menjadi 112,925,771 saham dari posisi 112,023,010 saham di bulan sebelumnya.
Reaksi Pasar & Dampak ke Harga Saham
Masuknya investor institusi besar seperti BlackRock ke SIDO ikut mendorong pergerakan harga. Dalam ulasan pertengahan tahun 2025, disebut bahwa saham SIDO sempat menguat seiring “kembalinya masuknya investor asing.”
Meski demikian, situasi tidak selamanya mulus. Menjelang akhir 2025, ada laporan bahwa BlackRock sempat melepas sebagian sahamnya di SIDO memunculkan pertanyaan soal arah jangka menengah saham ini.
Beberapa analis menilai bahwa BlackRock sebagaimana investor institusi besar lain memanfaatkan momentum pasar dan valuasi. Pembelian terjadi ketika harga dianggap menarik, sedangkan pelepasan bisa dilakukan untuk “take profit” maupun penyesuaian portofolio global.
Selain itu, di 2025 SIDO juga menjalankan program buyback saham salah satu upaya menjaga nilai saham di tengah fluktuasi yang bisa menjadi sinyal positif dan latar belakang bagi akumulasi institusi.
Implikasi bagi Investor Ritel dan Pemegang Saham SIDO
Masuknya BlackRock bisa menjadi indikator bahwa SIDO masih dianggap menarik dari sisi institusional. Dan ini, bisa meningkatkan kepercayaan pasar, setidaknya untuk jangka menengah.
Tetapi kebijakan buyback dan aktivitas jual-beli institusi besar seperti BlackRock juga membuat volatilitas harga meningkat investor perlu cermat dalam time-entry atau exit.
Jika BlackRock menjual sedikit (distribusi), belum berarti tren saham SIDO pasti melemah karena faktor fundamental perusahaan dan sentimen pasar global tetap penting. (Ichan)





