TMII Sebagai Destinasi Budaya Unggulan Indonesia

Nasional, Pariwisata158 Dilihat

BERITABUANA-Ratri Paramita saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sekaligus Direktur Komersial. Ia aktif memimpin revitalisasi TMII menjadi destinasi budaya modern yang edukatif dan inklusif, dengan fokus pada pengembangan anjungan daerah serta peningkatan pengalaman pengunjung.

Berdasarkan informasi terkini (2025–2026), Ratri Paramita mengemban amanah sebagai Plt. Direktur Utama di samping perannya sebagai Direktur Komersial yang bertanggung jawab atas kemitraan dan pemasaran. Di bawah kepemimpinannya, TMII terus bertransformasi sebagai wajah budaya Indonesia yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Salah satu fokus utama adalah revitalisasi anjungan daerah, seperti Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), guna memperkuat identitas budaya Nusantara yang modern dan inklusif. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman berkunjung yang ramah lingkungan dan edukatif.

Pada 2026, TMII menargetkan peningkatan jumlah pengunjung mencapai 20 persen. Jika saat ini capaian berada di angka sekitar 3,3 juta pengunjung, maka pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi 3,9 juta pengunjung. Untuk mencapai target tersebut, berbagai program dan atraksi budaya telah disiapkan.

Program unggulan tetap berfokus pada budaya. Setiap pekan, bahkan dalam satu bulan bisa digelar tiga hingga empat kali pertunjukan, seperti Kecak Show. Selain itu, TMII akan menghadirkan rangkaian acara bertajuk Harmoni Nusantara, yakni pertunjukan medley lagu dan tarian dari berbagai daerah, seperti Tari Ratoh Jaroe dari Aceh, tarian Papua, hingga tarian Jawa. Pertunjukan ini direncanakan digelar di area-area terbuka TMII.

Tak hanya itu, TMII juga akan menyelenggarakan konser musik bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk menghadirkan konsep pertunjukan di area kebun. Beragam acara lain seperti festival musik dan festival lari juga akan digelar. Tahun ini, TMII berencana meluncurkan TMI Run yang dijadwalkan sekitar Juni atau Juli 2026, dengan konsep yang saat ini masih dalam tahap pematangan.

Memeriahkan peringatan 17 Agustus, TMII akan menggelar pesta rakyat. Sementara pada bulan Ramadan, disiapkan program ngabuburit, piknik Ramadan, pesantren anak, serta program edukasi seperti “Jaga Satwa”. Kajian keagamaan juga akan dihadirkan dengan menghadirkan ustaz yang masih dalam proses penentuan.

Di kawasan Pecinan, TMII juga merencanakan penyelenggaraan acara selama empat hari yang menampilkan beragam atraksi budaya dan kuliner.

Dari sisi fasilitas, dalam waktu dekat TMII akan meluncurkan konsep Pasar Terapung yang terinspirasi dari Pasar Terapung Kalimantan Selatan. Pengunjung nantinya dapat merasakan pengalaman berbelanja khas pasar air di area TMII. Selain itu, manajemen juga berencana menghidupkan kembali hotel yang sudah ada di kawasan TMII sebagai bagian dari penguatan fasilitas penunjang destinasi.

Dengan berbagai program dan pengembangan tersebut, manajemen optimistis target peningkatan kunjungan pada 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat posisi TMII sebagai destinasi budaya unggulan Indonesia. (Ichan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *