Kementerian UMKM Gelar Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di SMESCO

Nasional, Event184 Dilihat

BERITABUANA-Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Bursa Wirausaha Unggulan 2026, Dalam rangka Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026, sebuah event kolaborasi berskala nasional yang mempertemukan UMKM, wirausaha, calon wirausaha, institusi pendidikan, lembaga keuangan, inkubator bisnis, korporasi, dan pemerintah dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Dalam sambutannya, Menteri Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan komitmennya untuk mencetak lebih banyak wirausaha tangguh melalui program Bursa Wirausaha.

Program ini dirancang sebagai ekosistem pendampingan yang tidak hanya membekali pelaku usaha dengan keterampilan dan kompetensi, tetapi juga membuka akses pembiayaan serta pemasaran agar usaha yang dibangun dapat berkembang secara berkelanjutan.

Maman menjelaskan bahwa konsep Bursa Wirausaha memiliki peran yang serupa dengan Bursa Tenaga Kerja yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, fokusnya adalah mencetak dan mendampingi calon pengusaha dari tahap awal hingga mampu menjalankan usaha secara mandiri.

“Secara prinsip adalah Bursa ini bertujuan untuk menghasilkan para pengusaha-pengusaha yang tangguh, dan kita dampingi, kita bekali dari proses awalnya sampai mereka nanti di ujung,” kata Maman di Smesco Indonesia, Jakarta.

Setelah peserta dinilai siap dari sisi kompetensi dan perencanaan usaha, pemerintah akan membantu membuka akses pembiayaan. Maman menegaskan bahwa pembiayaan yang disiapkan tidak hanya berasal dari lembaga keuangan formal, tetapi juga sumber pembiayaan alternatif.

“Akses pembiayaannya pun ada akses pembiayaan formal dan akses pembiayaan non-formal. Kalau formal tentunya kita semua sudah tahu, yaitu dari bank-bank, perbankan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia menambahkan, akses pembiayaan non-formal akan dihubungkan dengan perusahaan teknologi keuangan atau fintech guna memperluas pilihan pendanaan bagi pelaku UMKM.

Selain pembiayaan, Maman menilai akses pasar menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan usaha. Menurutnya, berbagai program pelatihan dan pembiayaan tidak akan optimal apabila produk UMKM tidak terserap pasar.

“Kita sudah support UMKM kita dengan pelatihan, pembinaan, pembiayaan kita buka, kita dorong. Mereka punya kemampuan untuk memproduksi produk dan barang. Tetapi pada akhirnya, kalau mereka nggak bisa jual barangnya ke pasar sekalipun, akhirnya juga berat,” kata Maman.

Karena itu, Bursa Wirausaha juga akan berfungsi sebagai penghubung antara pelaku UMKM dengan pasar yang potensial. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menekan risiko kredit macet.

“Bursa Wirausaha ini juga mengawalkan dan menjaga akses pasar bagi bapak-bapak dan ibu-ibu, adik-adik saya semua,” ujarnya. (Ikhsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *