BERITABUANA-Ruang seminar FISIP, Gedung Agus Salim, Kampus II Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, dipadati ratusan mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat (Humas) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2025.
Mereka mengikuti kuliah umum bertema “Dari Value ke Reputasi: Peran Public Relations dalam Membangun Branding yang Berkelanjutan di Era Industri Modern”.
Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat hadir sebagai dosen tamu dalam kuliah umum tersebut. Turut hadir pula Dekan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Dr Sunanta, MSi, serta Koordinator Program Studi Humas Dra Siti Fatonah, MSi.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Irwan Hidayat menceritakan perjalanannya yang hanya lulusan SMA dalam merintis dan mengembangkan usaha jamu hingga kini memiliki berbagai lini usaha. Ia juga membagikan kiat membangun branding agar mampu bersaing dan tumbuh di era industri modern. Paparannya disampaikan dengan bahasa ringan, mudah dipahami, dan sesekali diselingi humor sehingga suasana menjadi cair.
“Tadi yang saya terangkan kan supaya mereka itu menyadari bahwa ada dua rahmat Tuhan. Rahmat Tuhan yang pertama adalah inteligensia. Yang kedua akal budi,” ujar Irwan usai menjadi pembicara kuliah umum, beberapa waktu lalu.
Menurut Irwan, akal budi adalah sesuatu yang membuat semuanya menjadi sempurna. Manusia tidak harus sekolah untuk mempelajari akal budi karena “hukum” akal budi hanya satu. “Akal budi ini enggak usah sekolah, akal budi ini cuman satu hukumnya. Berbuatlah pada orang lain seperti engkau ingin orang lain berbuat kepadamu. Sudah, hukumnya itu saja,” ucapnya. Irwan menegaskan hidup layak adalah hak setiap orang.
Semua orang, kata dia, diberi rahmat inteligensia dan akal budi untuk mencapai hidup yang baik. “Kalau mereka melakukannya, saya berharap mereka itu bisa hidup dengan baik. Bukan untuk kaya raya, tapi pokoknya hidup baik. Hidup layak itu hak setiap orang. Pokoknya semua orang itu diberi rahmat oleh Tuhan supaya bisa hidup dengan layak,” urainya.
“Saya enggak percaya kalau Tuhan enggak memberikan orang bisa hidup dengan layak, tapi yaitu tadi kalau mereka bekalnya sadar, inteligensia sama akal budi,” tambahnya.
Komunikasi perlu didasarkan pada kejujuran dan kerja nyata Pada kuliah umum tersebut, Irwan menekankan peran public relations (PR) sebagai corong perusahaan. Menurutnya, komunikasi yang baik harus lahir dari kerja nyata dan kejujuran.
“Menurut saya, PR merupakan corong dari perusahaan. Akan tetapi, komunikasi yang baik itu harus kerja nyata, dilandasi kejujuran. Jadi, komunikasi itu kalau enggak jujur ya salah. Harus dilandasi kejujuran, kerja nyata, itu baru menghasilkan komunikasi,” ujarnya.
Soal membangun citra lewat tren dan viralitas, Irwan memandang hal itu penting, tetapi value produk tak boleh diabaikan. “Viralitas kalau zaman dulu namanya awareness. Awareness ya penting, tetapi setelah awareness-nya dapat sebenarnya yang melekat itu adalah value dari produk tersebut. Viral tapi punya value,” bebernya.
Bagikan pengalaman berharga kepada mahasiswa Irwan bukan kali pertama menjadi pembicara di FISIP UPN Veteran Yogyakarta. Sebelumnya, ia pernah hadir pada 2009. Ia mengaku senang diberi kesempatan mengisi kuliah umum karena bisa membagikan pengalamannya kepada mahasiswa.
“Saya pernah ke sini 2009, jadi 16 tahun yang lalu. Pokoknya saya berterima kasih kepada UPN karena diberi kesempatan untuk berbicara di depan para mahasiswa, karena saya ingin menularkan pengalaman saya itu kepada mereka,” ujarnya.
Irwan berharap, pengalaman yang ia bagikan bermanfaat bagi masa depan mahasiswa yang masih berusia muda. Dengan belajar dari orang-orang berpengalaman, mahasiswa diharapkan tak perlu banyak melalui trial and error dalam hidup.
“Mereka kan masih muda. Kalau mereka belajar dari orang-orang yang berpengalaman, harapan saya mereka tidak melewati trial error lagi. Saya rasa saya bersyukur punya kesempatan pada pagi hari ini untuk berbagi sama mereka,” ucapnya.





