<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>pameran &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<atom:link href="https://beritabuanaindonesia.id/tag/pameran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<description>Update Berita Terbaru Buana Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2026 08:15:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Logo-BERITA-BUANA-ID-32x32.jpg</url>
	<title>pameran &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nita Budhi Susanti: INACRAFT Kian Berkualitas, UMKM Indonesia Siap Tembus Pasar Global</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/nita-budhi-susanti-inacraft-kian-berkualitas-umkm-indonesia-siap-tembus-pasar-global/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/nita-budhi-susanti-inacraft-kian-berkualitas-umkm-indonesia-siap-tembus-pasar-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 08:09:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Figure]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[global]]></category>
		<category><![CDATA[Inacraft]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=832</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Nita Budhi Susanti, istri Wakil Menteri Transmigrasi, menilai penyelenggaraan Pameran INACRAFT (The <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/nita-budhi-susanti-inacraft-kian-berkualitas-umkm-indonesia-siap-tembus-pasar-global/" title="Nita Budhi Susanti: INACRAFT Kian Berkualitas, UMKM Indonesia Siap Tembus Pasar Global" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Nita Budhi Susanti, istri Wakil Menteri Transmigrasi, menilai penyelenggaraan Pameran INACRAFT (The Jakarta International Handicraft Trade Fair) semakin menunjukkan peningkatan kualitas dari tahun ke tahun. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara eksklusif bersama Redaksi Majalah INACRAFT, di mana ia menyoroti perkembangan produk, jumlah peserta, serta antusiasme pengunjung yang terus meningkat.</p>
<p>Menurut Nita, INACRAFT menjadi etalase penting bagi produk UMKM Indonesia yang kini dinilai telah siap bersaing di pasar internasional. Ia menilai kualitas desain produk kriya dan fesyen Tanah Air tidak kalah dengan negara-negara yang selama ini dikenal sebagai pusat mode dunia, seperti Paris.</p>
<p>“Dari sisi desain, produk Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Baik sepatu, tas, aksesori, hingga berbagai produk lainnya, kualitasnya sudah sangat baik,” ujar Nita.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dari sisi ketersediaan bahan baku (raw material), yang menjadi modal utama dalam pengembangan industri kreatif. Sebagai contoh, Nita menyinggung industri produk berbahan kulit buaya yang di pasar internasional dapat dijual dengan harga sangat tinggi, sementara bahan bakunya justru berasal dari Indonesia dengan harga yang relatif lebih terjangkau.</p>
<p>Namun demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, khususnya dalam hal teknologi produksi dan kerapian proses manufaktur agar produk lokal semakin kompetitif di tingkat global.</p>
<p>Dalam pandangannya, citra UMKM sebagai sektor menengah ke bawah juga mulai bergeser. Ia menilai banyak produk UMKM saat ini telah memiliki nilai jual tinggi dan menyasar segmen pasar menengah ke atas.</p>
<p>“Produk tas UMKM sekarang banyak yang harganya sudah di atas Rp2,5 juta. Itu artinya UMKM tidak lagi identik dengan produk murah. Bahkan produk makanan dan camilan pun sudah layak dikonsumsi pasar global,” katanya.</p>
<p>Nita juga menyoroti rencana pengembangan penyelenggaraan INACRAFT ke berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, sebagai langkah strategis untuk memperluas akses perajin daerah yang belum memiliki kesempatan berpartisipasi di Jakarta. Menurutnya, ekspansi ini penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di ibu kota, tetapi juga merata di daerah.</p>
<p>“Ini langkah luar biasa. Selama ini INACRAFT selalu diadakan di Jakarta, dan kini akan digelar di Yogyakarta pada 15–19 Juli, serta direncanakan menyusul di Makassar dan kota-kota besar lainnya. Ini memberikan semangat bagi perajin di seluruh Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, ia mengingatkan bahwa biaya partisipasi dalam pameran, termasuk sewa stan, masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku UMKM. Oleh karena itu, ia mendorong adanya dukungan dari pemerintah daerah, asosiasi, dan perbankan, khususnya bagi UMKM skala kecil dan menengah.</p>
<p>Ia mencontohkan program kemitraan perbankan, seperti inisiatif Kampung BNI, yang mendukung perajin songket melalui pembiayaan, pendampingan kualitas, dan pemasaran. Menurutnya, model kemitraan semacam ini dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM.</p>
<p>Selain aspek pembiayaan, Nita juga menekankan pentingnya inovasi desain dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Ia mengingatkan agar pelaku usaha lokal tidak hanya meniru desain merek internasional, melainkan mengembangkan identitas desain asli Indonesia.</p>
<p>“Lebih baik produk lokal menggunakan bahan baku Indonesia dan desain yang benar-benar orisinal Indonesia, bukan meniru brand luar. Dengan begitu, karakter dan nilai jual produk kita akan lebih kuat,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya pendaftaran hak paten dan perlindungan karya, termasuk untuk batik dan produk budaya lainnya, agar Indonesia dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga daya saing di tingkat internasional.</p>
<p>Melalui INACRAFT dan pengembangan ekosistem UMKM, Nita berharap Indonesia dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat produk kriya dan kreatif berbasis budaya, dengan identitas yang kuat, inovatif, dan berdaya saing global. (Ikhsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/nita-budhi-susanti-inacraft-kian-berkualitas-umkm-indonesia-siap-tembus-pasar-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Grand Pasundan Convention Hotel Berpartisipasi dalam Pameran Pernikahan Tradisional Nusantara 2026</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/grand-pasundan-convention-hotel-berpartisipasi-dalam-pameran-pernikahan-tradisional-nusantara-2026/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/grand-pasundan-convention-hotel-berpartisipasi-dalam-pameran-pernikahan-tradisional-nusantara-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 09:44:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Grand Pasundan]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=761</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Grand Pasundan Convention Hotel mengumumkan keikutsertaannya dalam Pameran Pernikahan Tradisional Nusantara “Heritage <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/grand-pasundan-convention-hotel-berpartisipasi-dalam-pameran-pernikahan-tradisional-nusantara-2026/" title="Grand Pasundan Convention Hotel Berpartisipasi dalam Pameran Pernikahan Tradisional Nusantara 2026" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Grand Pasundan Convention Hotel mengumumkan keikutsertaannya dalam Pameran Pernikahan Tradisional Nusantara “Heritage Wedding Bride” yang diselenggarakan Lintas Warna Event Organizer, pada 30 Januari – 1 Februari 2026 di Bandung Convention Center (BCC).</p>
<p>Partisipasi ini merupakan bagian dari partisipasi Grand Pasundan Convention Hotel dalam memperkenalkan berbagai fasilitas serta venue acara kepada tamu yang datang, khususnya untuk kebutuhan penyelenggaraan pernikahan dan acara berskala sosial maupun corporate. Melalui pameran ini, Grand Pasundan Convention Hotel menghadirkan solusi venue yang fleksibel, representatif, dan dikelola secara profesional.</p>
<p>Sebagai hotel konvensi dengan pengalaman panjang dalam menangani berbagai jenis acara, Grand Pasundan Convention Hotel menawarkan pilihan venue yang dapat disesuaikan dengan beragam konsep dan kapasitas. Beberapa venue unggulan yang diperkenalkan dalam pameran ini antara lain Jayagiri Meeting Room untuk acara berskala intim, Malibu Half untuk resepsi berkonsep elegan, serta Malibu Dome sebagai venue berkapasitas besar untuk perayaan yang lebih luas.</p>
<p>Dalam pameran ini, Grand Pasundan Convention Hotel juga menghadirkan berbagai penawaran khusus bagi pengunjung yang datang ke Booth L50. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai wedding package mulai dari Rp135.000 net/pax, rental venue mulai dari Rp20.000.000, serta menikmati potongan harga hingga Rp5.000.000 untuk pemesanan langsung di lokasi pameran. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan konsultasi gratis bersama tim profesional Grand Pasundan Convention Hotel.</p>
<p>Sales Manager Grand Pasundan Convention Hotel, Irina Yusha Fadilah menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini menjadi kegiatan penting untuk memperkenalkan layanan hotel secara lebih dekat kepada calon klien. “Melalui pameran ini, kami ingin memberikan gambaran menyeluruh mengenai fasilitas, pilihan venue, serta standar layanan yang kami miliki. Grand Pasundan Convention Hotel berkomitmen untuk mendukung setiap acara agar dapat terselenggara dengan baik, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan tamu,” ujarnya. (Ichan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/grand-pasundan-convention-hotel-berpartisipasi-dalam-pameran-pernikahan-tradisional-nusantara-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krista Exhibitions Pastikan Pameran Krista Interfood 2026 Tetap Digelar</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/krista-exhibitions-pastikan-pameran-krista-interfood-2026-tetap-digelar/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/krista-exhibitions-pastikan-pameran-krista-interfood-2026-tetap-digelar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 23:45:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Digelar]]></category>
		<category><![CDATA[Krista Exhibitions]]></category>
		<category><![CDATA[Krista Interfood]]></category>
		<category><![CDATA[NICE]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=729</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Mengawali tahun 2026, PT Kristamedia Pratama (Krista Exhibitions) memaparkan agenda pameran yang <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/krista-exhibitions-pastikan-pameran-krista-interfood-2026-tetap-digelar/" title="Krista Exhibitions Pastikan Pameran Krista Interfood 2026 Tetap Digelar" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Mengawali tahun 2026, PT Kristamedia Pratama (Krista Exhibitions) memaparkan agenda pameran yang akan diselenggarakan sepanjang tahun ini, salah satunya Krista Interfood 2026. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4–7 November 2026 di NICE (Nusantara International Convention Exhibitions), PIK 2, Tangerang, Banten.</p>
<p>Krista Interfood 2026 merupakan pameran berskala internasional yang fokus pada sektor makanan dan minuman, HoReCa (hotel, restoran, kafe), serta industri pendukung terkait. Pameran ini pertama kali digelar pada tahun 2000 dan terus berkembang pesat hingga menjadi salah satu ajang bisnis terkemuka di Indonesia.</p>
<p>Namun, pada penyelenggaraan tahun ini, Krista Exhibitions tidak lagi menggandeng mitra asing asal Prancis yang selama 11 tahun terakhir bekerja sama sejak 2015. Berakhirnya kemitraan tersebut disebabkan adanya dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh pihak mitra.</p>
<p>Atas dasar itu, pada Senin, 12 Januari 2026, kuasa hukum Krista Exhibitions mengajukan laporan polisi ke Mabes Polri dengan nomor LP/B/13/I/2026/SPKT/BARESKRIM-POLRI, terkait dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen sebagaimana diatur dalam Pasal 391 KUHP yang baru.</p>
<p>“Laporan ini dibuat setelah kami melakukan kajian hukum secara menyeluruh terhadap dokumen-dokumen yang dinilai bermasalah dan berpotensi menimbulkan kerugian,” ujar Dr. Yoni Agus Setyono, S.H., M.H., selaku kuasa hukum Krista Exhibitions Group.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa dugaan tindak pidana tersebut akan diuji dan dibuktikan sepenuhnya melalui mekanisme hukum yang berlaku. Langkah hukum ini ditempuh sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan Krista Exhibitions sekaligus untuk menjunjung tinggi kepastian hukum dalam dunia usaha dan penyelenggaraan pameran di Indonesia.</p>
<p>“Kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menarik kesimpulan secara prematur,” tegas Yoni.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut turut hadir Susi Sulaeman, S.H., M.Kn. selaku Legal Counsel Krista Exhibitions Group dan Dewi Pertiwi, S.I.Kom. selaku Humas Gusyoni &amp; Partners.</p>
<p>Meski tidak lagi bekerja sama dengan mitra asal Prancis, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menegaskan bahwa Krista Interfood 2026 tetap akan diselenggarakan.</p>
<p>Kepastian ini merupakan wujud komitmen Krista Exhibitions kepada para pelaku industri makanan dan minuman, HoReCa, serta industri pendukung lainnya yang selama ini menjadi peserta pameran.</p>
<p>Daud menjelaskan, Krista Exhibitions secara konsisten menyelenggarakan lebih dari 30 judul pameran setiap tahun di berbagai sektor industri dan kota di Indonesia. Lebih dari 5.000 peserta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, terlibat dalam berbagai pameran tersebut, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 150.000 pelaku usaha setiap tahunnya.</p>
<p>“Krista Exhibitions merupakan perusahaan penyelenggara pameran yang 100 persen dimiliki nasional dan telah berdiri sejak 1994,” ujar Daud saat ditemui pada Kamis, 23 Januari 2026, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.<br />
Ia menambahkan, seluruh kegiatan pameran Krista Exhibitions Group mendapat dukungan dari kementerian dan lembaga pemerintah, asosiasi industri, serta kedutaan besar negara sahabat.</p>
<p>Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) PT Kristamedia Pratama, Christina Sudjie, menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berjalan tidak memengaruhi operasional perusahaan maupun komitmen dalam menyelenggarakan pameran di Indonesia.</p>
<p>“Seluruh kegiatan usaha tetap berjalan normal, profesional, dan sesuai standar yang telah kami terapkan selama lebih dari tiga dekade,” ujarnya.</p>
<p>Krista Exhibitions juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan kementerian, institusi pemerintah, asosiasi industri, serta media. Apresiasi khusus disampaikan kepada para peserta pameran, pengunjung setia, dan seluruh tim Krista Exhibitions yang selama ini menjadi bagian penting dari pertumbuhan perusahaan.<br />
“Bersama-sama kita terus tumbuh dan berkontribusi bagi kemajuan industri nasional. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaannya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati langkah kita semua,” tutupnya. (Achmad Ichsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/krista-exhibitions-pastikan-pameran-krista-interfood-2026-tetap-digelar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saatnya ASEPHI Pameran ke Luar Negeri</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/saatnya-asephi-pameran-ke-luar-negeri/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/saatnya-asephi-pameran-ke-luar-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 06:30:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[;uar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[abdul latief]]></category>
		<category><![CDATA[asephi]]></category>
		<category><![CDATA[hpmi]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=294</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Abdul Latief merupakan pencetus dan pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/saatnya-asephi-pameran-ke-luar-negeri/" title="Saatnya ASEPHI Pameran ke Luar Negeri" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Abdul Latief merupakan pencetus dan pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (<a href="https://www.google.com/search?sca_esv=7eeccd2ba4d781b2&amp;cs=0&amp;sxsrf=AE3TifMnDvtVcIgrQYeyYiQf7YDu80yq5A%3A1756797869256&amp;q=HIPMI&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwj6mqGHxrmPAxUjwjgGHTNMAGQQxccNegQIAxAC&amp;mstk=AUtExfAxoIeYCi9yM2hoyvMG9ehONmLB4L6FsNyVk5Yh1Kj7_FC7xx2bn2aNlF9reLCUXM0VVgwK9c1I0LNldoRHKW4UT-wAgQZHi8-kmy9ROPcn5el6cRSAIBxQTy_lpCVJwh8Af6pEBCiru6wWut9ckJ4_QJX8y0stc94rjJPCTQT94kvR554n8U-Mz5AQQh368HpppyaHalnW0l2xfPcmnfoPYKbP98l1o6RJvW7OoAau8afp0-VXdHIviWsBbsAX8seKhKCUdKs3QVUSM87YIbpkecPa-kfzQPtvgbriru9NMw&amp;csui=3" target="_blank" rel="noopener nofollow">HIPMI</a>). Ia merupakan tokoh pengusaha Indonesia menjadi Menteri Tenaga Kerja RI tahun 1993 dan Menteri Pariwisata tahun 1998 dalam kabinet pemerintahan Presiden Soeharto. Abdul Latief juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) periode 1975-1994 dan Dewan Pembina ASEPHI sampai sekarang.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, wartawan Inacraftnews menemui Abdul Latief di ruang kerjanya. Banyak hal yang diceritakan Abdul Latief perihal sejarah ASEPHI dan perkembangan pameran Inacraft.</p>
<p>Abdul Latief yang juga sebagai pendiri dan mantan Ketua Umum ASEPHI periode 1975-1994, bercerita tentang sejarah perintisan hingga berdirinya organisasi yang menaungi produsen dan eksportir produk kerajinan di Indonesia ini.</p>
<p>“Awalnya pada tahun 1974, saya membuka handicraft center pertama di Indonesia dengan menyewa di lantai 3 Sarinah Thamrin dan diresmikan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin. Dalam sambutan pidatonya, Gubernur Ali Sadikin melihat produk-produk handicraft yang ada di toko saya sangat bagus lalu didorong untuk ekspor. Dalam acara tersebut, hadir pula teman-teman saya, antara lain, Ibu Adnoes anggota dewan DPR RI dari PPP dan Ibu Sarifa Yusuf pengusaha handicraft,” ucap Abdul Latief.</p>
<p>Dalam pertemuan dengan Ibu Adnoes dan Ibu Sarifa, mereka berkata kepada saya, kenapa Pak Latief tidak mendirikan asosiasi handicraft. “Memang pada waktu itu, saya sudah memikirkan dan berencana untuk mendirikan asosiasi handicraft tapi belum ada yang mensupport. Apalagi saat itu saya masih sibuk di HIPMI dan menjadi pendiri HIPMI, kemudian terpilih menjadi Ketua HIPMI. Lalu dilanjutkan, menjadi Ketua Dewan Pembina HIPMI. Karena kesibukkan saya di HIPMI, lalu saya menyarankan Ibu Adnoes yang mengurus pembentukan asosiasi produsen handicraft yang berorientasi ekspor tersebut dan saya membantu pendirian organisasinya,” terangnya.</p>
<p>Menurut Abdul Latief, pembentukkan asosiasi produsen handicraft untuk ekspor sangat bagus karena bisa menjadi wadah para perajin handicraft seperti perajin batik, perajin perak, perajin kayu, perajin tenun dan lain-lainya yang nanti produk kerajinannya bisa di ekspor sesuai pesanan dari luar negeri.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian, Ibu Adnoes datang kembali menemui Abdul Latief, dan mengatakan sudah membentuk asosiasi produsen handicraft dengan nama Asosiasi Eksportir Produsen Handicarft Indonesia (ASEPHI) yang didukung oleh Bapak Atmono Suryo, Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Kementerian Perdagangan. Tepatnya, ASEPHI didirikan pada awal tahun 1975.</p>
<p>Setelah ASEPHI terbentuk, beberapa bulan kemudian, Ibu Adnoes datang lagi menemui Abdul Latief dan memintanya untuk menjadi Ketua Umum ASEPHI. Ibu Adnoes beralasan, tidak bisa mengurus ASEPHI karena kesibukkannya sebagai anggota DPR RI dari partai PPP.</p>
<p>Kemudian, Abdul Latief mengumpulkan para perajin dari daerah Bali, Yogyakarta, Jawa Barat untuk datang ke kantornya. Setelah bermusyawarah, mereka setuju Abdul Lateif menjadi ketua Umum ASEPHI. Kemudian dilanjutkan, dengan membentuk Badan Pengurus Daerah (BPD) ASEPHI di daerah yaitu BPD DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Bali, Sumatera Selatan dan lain-lainnya. “Waktu itu, BPD ASEPHI Jawa Barat yang paling aktif,” ujarnya.</p>
<p>Setelah BPP ASEPHI dan BPD ASEPHI terbentuk, Abdul Latief melapor kepada Gubenur DKI, Ali Sadikin. Dan, Gubernur DKI sangat senang telah dibentuknya asosiasi bagi para perajin. Lalu menawarkan kantor untuk ASEPHI di Jakarta Fair. “Kita dapat satu gedung di Jakarta Fair dari Ali Sadikin, malah dikasih subsidi untuk pembayaran sewa listrik,” imbuhnya. “Kita juga mengadakan beberapa pameran dan ikut serta pameran ke luar negeri bersama BPEN di Tokyo, Jerman, Belanda dan Italy,” papar Abdul Latief.</p>
<p>Pada tahun 1993, Abdul Latief ditunjuk menjadi Menteri Tenaga Kerja oleh Presiden Soeharto. Sebagai Menteri tidak boleh rangkap jabatan. Lalu ia serahkan jabatan Ketua Umum ASEPHI ke Sekjen ASEPHI, Sebastian Tanamas.</p>
<p>Saat menjadi Menteri Tenaga Kerja, beliau merupakan menteri yang pertama melakukan reformasi yang menyangkut kesejahteraan bagi para pekerja. Banyak sekali prestasi yang ditorehkan Abdul Latief. Diantaranya, Abdul Latief berhasil menurunkan jumlah pengangguran dari 4% menjadi 3%. Melaksanakan Upah Minimum Regional (UMR) menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP) sampai sekarang. Membuat Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja terkait perusahaan wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja. Mendirikan perusahaan Jamsostek. Memodernisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan membangun BLK di seluruh daerah di Indonesia dengan program meningkatkan ketrampilan dan kemampuan peserta BLK sehingga tenaga kerja Indonesia siap bekerja di dalam negeri dan luar negeri. Meningkatkan pelatihan bagi koki (chef) untuk kebutuhan di kapal, hotel dan restauran. Membuat aturan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI). Mengirim tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab, Malaysia, Jepang dan Korea Selatan serta beberapa negara Asia dan Eropa.</p>
<p>Pada tahun 1994, Rudy Lengkong menghadap Abdul Latief mengatakan bahwa sudah pensiun dari BPEN dan Abdul Latief menawarkan untuk menjadi Ketua Umum ASEPHI dan menjanjikan akan membantu sepenuhnya. Kemudian pada tahun 1994, Rudy Lengkong menjadi Ketua Umum ASEPHI dengan program mengembangkan usaha anggota dan para perajin dengan menyelenggarakan pameran Inacraft.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, ASEPHI berkembang dengan mengadakan pameran Inacraft di Bidakara dan di tahun selanjutnya menggandeng Mediatama, ASEPHI menyelenggarakan pameran Inacraft di Jakarta International Convention Center (JICC). “ASEPHI berhasil menyelenggarakan pameran Inacraft untuk para perajin dan berjalan bagus serta semakin banyak diminati buyer. Rudy Lengkong sangat berhasil menyelenggarakan pameran Inacraft,” terang Abdul Latief.</p>
<p>Abdul Latief juga mendorong, teman-teman di ASEPHI untuk meningkatkan kualitas pameran Inacraft dan mengadakan pameran Inacraft di daerah bahkan sampai ke luar negeri. “Sudah saatnya ASEPHI melaksanakan pameran ke Luar Negeri. Karena kekuatan ASEPHI itu di pameran Inacraft,” ucapnya.</p>
<p>Menurut Abdul Latief, dibawah Ketua Umum ASEPHI, Muchsin Ridjan, pameran Inacraft semakin berkembang dan lebih tertata rapih serta berhasil mendorong ASEPHI menjadi asosiasi modern.</p>
<p>Abdul Latief kembali menekankan, sudah saatnya ASEPHI pameran ke luar negeri. Setelah sukses dalam negeri, ASEPHI harus melaksanakan pameran ke Eropa. Tapi sebelumnya, harus membuat research dulu, masyarakat Eropa sukanya produk kerajinan apa. Lalu pameran yang cocok disana itu apa, jadi tahu apa ekspor yang dibutuhkan ke Eropa, apa ekspor ke Jepang, apa ekspor ke Cina. “Kita studi/riset dulu, dari research itu kita tahu apa yang pembeli minati di negara tujuan ekspor,” ujarnya.</p>
<p>Abdul Latief menambahkan, ASEPHI juga harus aktif di organisasi kerajinan dunia, semacam world handicraft association supaya bisa pameran di luar negeri dan pembeli-pembeli asing bisa datang ke pameran Inacraft dan akhirnya produk kerajinan Indonesia bisa ekspor. “Itulah yang saya mau bicarakan dengan Menteri UKM dan Menteri Koperasi, bagaimana pengusaha kerajinan yang kecil ini naik menjadi kelas menengah. Kalau sudah kelas menengah bisa kuat, bisa retail, dan produknya bisa ekspor,” terang Abdul Latief.</p>
<p>Ke depan, Abdul Latief berharap, pengurus BPP ASEPHI membuat program selama lima tahun. Jadi punya rencana terjadwal, terukur, fokus dan detail. “Asosiasi ini harus menjadi organisasi modern yang independent,” imbuhnya.  (Achmad Ichsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/saatnya-asephi-pameran-ke-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
