<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>ekspor &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<atom:link href="https://beritabuanaindonesia.id/tag/ekspor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<description>Update Berita Terbaru Buana Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 08:53:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Logo-BERITA-BUANA-ID-32x32.jpg</url>
	<title>ekspor &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 08:53:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=1441</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil menembus <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/" title="RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil menembus pasar internasional melalui ekspor perdana ke Guangzhou, China.</p>
<p>Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Ali, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil transformasi pengelolaan sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.</p>
<p>“Prestasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional,” ujar Ali.</p>
<p>Pada Selasa (28/4), Rumah Produksi Bersama (RPB) Minahasa Selatan mengekspor dua kontainer produk olahan sabut kelapa berupa coco fiber, husk chip, dan peat blok dengan nilai Rp98.682.144. Ekspor ini menjadi tonggak penting dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.</p>
<p>Capaian ini juga menjadi bukti nyata peningkatan nilai tambah komoditas lokal sekaligus penguatan daya saing pengusaha UMKM di pasar global.</p>
<p>Minahasa Selatan dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa terbesar di Sulawesi Utara, dengan luas areal perkebunan mencapai 46.451 hektare. Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi kelapa daerah ini mencapai 43.980 ton pada 2025 atau berkontribusi sekitar 16,4 persen terhadap total produksi provinsi.</p>
<p>Potensi ekonomi dari pengolahan sabut kelapa sangat besar. Dari setiap 100 kilogram kelapa, dihasilkan sekitar 25 kilogram sabut yang dapat diolah menjadi 7,5 kilogram coco fiber dan 16 kilogram coco peat. Di pasar domestik, coco fiber memiliki nilai jual hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan coco peat sekitar Rp13.000 per kilogram.</p>
<p>Coco fiber atau serat alami sabut kelapa bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Material ini dapat diolah menjadi perlengkapan rumah tangga dan dekorasi, komponen industri dan otomotif, media tanam, sarana pelestarian lingkungan seperti geotekstil untuk cegah erosi, serta bahan baku industri lainnya.</p>
<p>Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, RPB olahan kelapa dibangun pada 23 September 2022 sebagai bagian dari strategi percepatan hilirisasi. Kehadiran RPB memungkinkan pengolahan komoditas kelapa secara lebih terintegrasi, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi petani dan pengusaha UMKM.</p>
<p>Ali menjelaskan sebelumnya para petani hanya memanfaatkan buah, tempurung, dan air kelapa. Melalui pendampingan dan penguatan ekosistem bisnis oleh Kementerian UMKM, sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah kini mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang diminati pasar global.</p>
<p>Keberhasilan ekspor ke China, sebagai salah satu pasar terbesar produk sabut kelapa dunia, menjadi indikator bahwa produk pengusaha UMKM Indonesia mampu memenuhi standar pasar internasional. Indonesia sendiri berkontribusi lebih dari 20 persen terhadap perdagangan global produk kelapa dan turunannya.</p>
<p>Ke depan, koperasi pengelola RPB Minahasa Selatan akan terus meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Model pengembangan RPB juga diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.</p>
<p>“Ekspor perdana ini harus menjadi penggerak komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan produk manufaktur berbasis komoditas lokal oleh pengusaha UMKM,” kata Ali.</p>
<p>Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi pengelola, serta pengusaha UMKM. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Peluncuran ekspor perdana turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pengembangan Skema Pembiayaan Program UMKM Faisal Anwar, Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas Muhammad Iqbal Abbas, serta para pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p>Rumah Produksi Bersama merupakan salah satu program strategis Kementerian UMKM untuk mendorong pengembangan manufaktur skala usaha mikro dan kecil berbasis komoditas lokal. Hingga saat ini, terdapat 16 lokasi RPB yang mengelola 12 jenis komoditas unggulan di berbagai daerah.</p>
<p>Melalui RPB, Kementerian UMKM menyediakan fasilitas produksi, dukungan alat dan mesin, pendampingan teknologi dan manajemen, serta perluasan akses pasar. Pendekatan berbasis business to business dan penguatan rantai nilai diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pengusaha UMKM secara berkelanjutan. (Ikhsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sido Muncul Targetkan Ekspor 15% di 2026</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-targetkan-ekspor-15-di-2026/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-targetkan-ekspor-15-di-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 09:04:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ditargetkan]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[sido muncul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=1353</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Perusahaan jamu nasional, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, melihat <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-targetkan-ekspor-15-di-2026/" title="Sido Muncul Targetkan Ekspor 15% di 2026" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Perusahaan jamu nasional, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, melihat peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekspor pada 2026. Strategi ekspansi pasar internasional menjadi fokus utama guna meningkatkan kontribusi ekspor terhadap total penjualan.</p>
<p>Direktur Sido Muncul, David Hidayat, mengungkapkan saat ini kontribusi ekspor masih berada di kisaran 9,7%. Namun, perusahaan menargetkan peningkatan signifikan hingga mencapai 15% pada 2026.</p>
<p>“Saat ini ekspor berkontribusi sekitar 9,7% terhadap penjualan nasional. Pada 2026, kami berharap peningkatan bertahap hingga mencapai 15%, dengan membuka pasar baru di kawasan Afrika, ASEAN, dan Timur Tengah,” ujar David.</p>
<p>Saat ini, Sido Muncul telah menembus sekitar 30 negara dengan berbagai produk unggulannya. Ekspansi ini mencakup kawasan Asia hingga Afrika, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.</p>
<p>Produk seperti Kuku Bima menjadi andalan di pasar Afrika, sementara Tolak Angin masih mendominasi pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah.</p>
<p>Di Malaysia, kedua produk tersebut menjadi tulang punggung penjualan dan berkontribusi sekitar 4% terhadap total ekspor. Sementara itu, pasar Arab Saudi juga menunjukkan performa positif, khususnya untuk produk Tolak Angin.</p>
<p>Selain itu, kontribusi pasar dari Filipina dan Nigeria masing-masing berada di kisaran 1–2%. Di Filipina, fokus utama adalah Tolak Angin, sedangkan di Nigeria produk minuman energi menjadi unggulan.</p>
<p>Ke depan, Sido Muncul tidak menutup peluang untuk memperluas pasar ke wilayah baru, khususnya kawasan Indochina dan Afrika. Kedua kawasan ini dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi yang solid dan potensi konsumsi yang besar.</p>
<p>Strategi yang diterapkan meliputi kemitraan strategis dengan distributor lokal serta pendekatan pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing negara.</p>
<p>Selain itu, perusahaan juga menyiapkan inovasi produk baru yang relevan dengan kebutuhan pasar ekspor.</p>
<p>Di kawasan ASEAN, perusahaan bahkan telah menyiapkan tambahan distributor baru, khususnya di Filipina yang dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026.</p>
<p>Sido Muncul juga memperkuat kehadirannya di pasar Afrika melalui entitas anak usaha, Muncul Nigeria Limited, yang berfokus pada perdagangan produk di negara tersebut.</p>
<p>Keberadaan entitas ini menjadi salah satu pilar penting dalam memperluas penetrasi pasar sekaligus memperkuat distribusi di kawasan Afrika Barat.</p>
<p>David menegaskan kapasitas produksi perusahaan saat ini masih sangat memadai untuk mendukung ekspansi, baik di pasar domestik maupun internasional. (Ikhsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-targetkan-ekspor-15-di-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Sido Muncul Menggarap Pasar Ekspor</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/strategi-sido-muncul-menggarap-pasar-ekspor/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/strategi-sido-muncul-menggarap-pasar-ekspor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 08:57:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[sido muncul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=1075</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk membidik pertumbuhan pendapatan dan <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/strategi-sido-muncul-menggarap-pasar-ekspor/" title="Strategi Sido Muncul Menggarap Pasar Ekspor" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 5% hingga 8% pada tahun ini.</p>
<p>Target tersebut dipasang secara moderat di tengah ketidakpastian global yang berpotensi menekan biaya bahan baku serta memengaruhi daya beli masyarakat.</p>
<p>Pada 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,07 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,22 triliun. Capaian ini menjadi pijakan bagi perusahaan untuk tetap optimistis melangkah di tahun berjalan.</p>
<p>Produsen jamu dan suplemen kesehatan tersebut menilai ruang pertumbuhan masih terbuka, meskipun tekanan eksternal terus meningkat.</p>
<p>Salah satu strategi yang diperkuat adalah penggarapan pasar ekspor untuk memperluas pangsa pasar dan menjaga kinerja tetap positif. (Ikhsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/strategi-sido-muncul-menggarap-pasar-ekspor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Buah Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/ekspor-buah-oleh-koperasi-produsen-upland-subang-farm-bukti-koperasi-jadi-penggerak-ekonomi-desa/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/ekspor-buah-oleh-koperasi-produsen-upland-subang-farm-bukti-koperasi-jadi-penggerak-ekonomi-desa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 06:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=993</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/ekspor-buah-oleh-koperasi-produsen-upland-subang-farm-bukti-koperasi-jadi-penggerak-ekonomi-desa/" title="Ekspor Buah Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang menorehkan capaian penting dengan melakukan simbolisasi ekspor manggis segar ke China tahap kedelapan. Pada pengiriman kali ini, Koperasi Produsen Upland Subang Farm melepas 3 ton manggis sehingga secara total sejak pengiriman pertama nilai transaksinya mencapai Rp6,6 miliar.</p>
<p>Menkop Ferry menegaskan bahwa pelepasan ekspor produk pertanian manggis dari Koperasi di Kabupaten Subang ini menjadi penanda bahwa koperasi mampu bersaing sehingga mampu menembus pasar global. Bahkan dalam waktu dekat Koperasi Produsen Upland Subang Farm berencana menambah unit bisnis untuk pengemasan produk nanas dalam kaleng sehingga siap diekspor.</p>
<p>&#8220;Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Kabupaten Subang sebagai Kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditi. Insyaallah kita siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah,&#8221; kata Menkop Ferry dalam sambutannya pada Acara Pelepasan Ekspor Manggis oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China, Kamis (26/2).</p>
<p>Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Manager PMU Upland Dirjen PSP Kementerian Pertanian Muhammad Ikhwan, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Krisdiyanto, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, Ketua Koperasi Produsen Upland Subang Farm Ita Ruhita, Manager Koperasi Produsen Upland Subang Farm Dadang Firmansyah.</p>
<p>Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan. Menkop Ferry mendorong agar Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi tersebut.</p>
<p>Dengan dukungan pembiayaan tersebut, Menkop berharap kualitas dan kuantitas hingga upaya diversifikasi usaha dari Koperasi Upland Subang Farm dapat dilakukan sesuai rencana bisnisnya. Dengan modal yang cukup juga diharapkan agar Koperasi ini mampu menyerap produk pertanian dengan harga yang lebih baik sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya.</p>
<p>&#8220;Saya yakin koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana,&#8221; katanya.</p>
<p>Berdasarkan hasil kajian terhadap proposal dan juga bisnis proses dijalankan koperasi tersebut kepada LPDB, untuk tahap awal diperkirakan suntikan dana yang dapat diberikan sekitar Rp4 miliar. Selanjutnya diperkirakan nilai pembiayaan yang dapat digulitkan dapat mencapai Rp20 miliar.</p>
<p>&#8220;Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp20 miliar tetapi tentunya harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menkop menambahkan bahwa keberhasilan ekspor manggis oleh Koperasi Prodesn Upland Subang Farm sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan pelaku utama dalam membawa produk lokal (desa) ke pasar dunia.</p>
<p>Lebih jauh, Menkop menyinggung ekosistem koperasi desa yang sedang dibangun, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan Koperasi Produsen Upland Subang Farm. Ia berharap koperasi ini dapat terhubung dengan jaringan koperasi desa di seluruh Indonesia, sehingga produknya tidak hanya diekspor tetapi juga dipasarkan di dalam negeri melalui jaringan koperasi.</p>
<p>&#8220;Jadi jangan hanya diekspor saja tapi bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Produk lokal yang ada di Subang atau sekitarnya juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih,&#8221; ujar Menkop.</p>
<p>Ia menekankan bahwa dukungan terhadap koperasi merupakan bagian dari semangat pendiri bangsa untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menutup pernyataannya, Menkop Ferry berharap agar Subang dapat melakukan ekspor komoditas unggulan lainnya khususnya nanas.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ekspor manggis yang menjadi mimpi sejak program Upland digulirkan. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa manggis Subang telah memenuhi standar internasional, menyusul keberhasilan ekspor kopi sebelumnya.</p>
<p>Agus menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan produk nanas dapat memenuhi spesifikasi buyer. Ia berharap bimbingan dari Kemenkop agar Subang terus memiliki produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.</p>
<p>Manager Koperasi Upland Subang Farm Dadang Firmansyah menegaskan bahwa peluang pasar ekspor produk buah manggis dan nanas sangat besar. Tetapi keterbatasan modal membuat koperasinya belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar global.</p>
<p>“Buyer dari berbagai negara datang, tapi kemampuan modal kami tidak bisa mengimbangi permintaan pasar. Karena itu kami berharap kerjasama dengan LPDB agar permodalan kami semakin kuat,” ujar Ita.</p>
<p>Ia menambahkan, kendala utama terletak pada faktor alam dan keterbatasan SDM pasca panen. Dengan permodalan yang diberikan oleh LPDB, Dadang berharap nantinya seluruh kendala tersebut dapat diatasi sehingga produk dapat semakin berkualitas.</p>
<p>Menanggapi permasalah permodalan, Direktur Utama LPDB Krisdiyanto menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan profiling dan mapping usaha koperasi. Dari data awal, kegiatan koperasi ini sangat mungkin untuk dibiayai oleh LPDB. Selain pembiayaan, LPDB juga menegaskan akan memberikan pendampingan agar Koperasi ini bisa tumbuh lebih besar dan mampu ekspor dengan kapasitas yang lebih besar. (Ichan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/ekspor-buah-oleh-koperasi-produsen-upland-subang-farm-bukti-koperasi-jadi-penggerak-ekonomi-desa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antusias UMKM Ikuti Pelatihan Ekspor Digital</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/antusias-umkm-ikuti-pelatihan-ekspor-digital/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/antusias-umkm-ikuti-pelatihan-ekspor-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 07:11:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[antusias]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=751</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Antusiasme tinggi ditunjukkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/antusias-umkm-ikuti-pelatihan-ekspor-digital/" title="Antusias UMKM Ikuti Pelatihan Ekspor Digital" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Antusiasme tinggi ditunjukkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Pelatihan UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era Digital” yang diselenggarakan oleh WanitaIndonesia.co bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI, di Hotel Swiss-Belresidences, Jakarta, Minggu (25/1/2026).</p>
<p>Sejak pagi, peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi pelatihan yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat Kementerian Perdagangan, praktisi ekspor, akademisi, hingga lembaga pemberdayaan ekonomi.</p>
<p>Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag RI, Fajarini Punto Dewi, menegaskan bahwa ekspor merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.</p>
<p>“Semua harus dimulai dari mimpi dan visi. Tanpa cita-cita, sulit untuk maju. UMKM harus berani bermimpi menembus pasar global,” ujar Fajarini.</p>
<p>Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencapai 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 3,1 persen. Sementara sektor perdagangan nasional tumbuh 5,5 persen, melampaui rata-rata perdagangan dunia.</p>
<p>“Ini menunjukkan peluang ekspor Indonesia masih sangat besar. UMKM harus memanfaatkan momentum ini, terutama dengan dukungan digitalisasi,” tambahnya.</p>
<p><strong>Tips Tembus Pasar Global: Istiqomah dan Konsisten</strong></p>
<p>Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag RI, Bayu Wicaksono, membagikan sejumlah tips praktis agar UMKM mampu menembus pasar internasional.</p>
<p>Menurut Bayu, pelaku UMKM harus istiqomah dan konsisten, serta memiliki profil perusahaan dan katalog produk yang jelas agar mudah berinteraksi dengan calon pembeli luar negeri.</p>
<p>“Pelaku UMKM juga wajib melakukan riset pasar negara tujuan dan memahami regulasi ekspor, mulai dari standar kualitas, sertifikasi, hingga ketentuan kesehatan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, peluang pasar terbuka lebar di sejumlah negara seperti Eropa Timur, Rusia, Kazakhstan, Chili, hingga Peru. Bahkan, produk lokal seperti tempe kini dikenal sebagai super food di Eropa dan memiliki nilai jual tinggi.</p>
<p><strong>Kolaborasi Perkuat Ekosistem UMKM</strong></p>
<p>Pelatihan ini turut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Dompet Dhuafa dan Umar Usman Business School. Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas UMKM agar siap bersaing di pasar global.</p>
<p>Dompet Dhuafa menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar internasional berbasis digital.</p>
<p>Sementara Umar Usman Business School menekankan pentingnya penguatan manajemen usaha, pemasaran digital, dan kesiapan menghadapi tantangan perdagangan global.</p>
<p><strong>Media Berperan Strategis Dorong UMKM Ekspor</strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Sumber Rajasa Ginting, Pengurus PWI Pusat, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan, khususnya bagi perempuan pelaku UMKM.</p>
<p>“UMKM hari ini tidak cukup hanya kuat di produksi. Mereka harus memahami pasar ekspor, sistem pembayaran internasional, hingga pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan UMKM yang siap ekspor dan berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi rakyat serta meningkatkan kinerja ekspor nasional.</p>
<p>Pelatihan ini mendapat respons positif dari peserta dan diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dan menembus pasar global di era digital.</p>
<p>Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Bank Syariah Indonesia, Bank Jakarta, BCA Syariah, J&amp;T Cargo, Dompet Dhuafa, Umar Usman School, L’Oreal, Artugo, Kokola, Frisian Flag, YourCheese, Tuku, Rivera, Madu Enak, The Jungle, Dua Kelinci, serta Water Boom Cikarang. (Ichan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/antusias-umkm-ikuti-pelatihan-ekspor-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
