<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>properti &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<atom:link href="https://beritabuanaindonesia.id/topic/properti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<description>Update Berita Terbaru Buana Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Feb 2026 16:29:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Logo-BERITA-BUANA-ID-32x32.jpg</url>
	<title>properti &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengayuh Asa, Menggapai Rumah Impian Lewat Bank Tabungan Negara</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/mengayuh-asa-menggapai-rumah-impian-lewat-bank-tabungan-negara/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/mengayuh-asa-menggapai-rumah-impian-lewat-bank-tabungan-negara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 15:22:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[BTN]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[kpr]]></category>
		<category><![CDATA[mengayuh asa]]></category>
		<category><![CDATA[menggapai]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=930</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Pagi itu, aroma cat baru masih menguar di ruang tamu rumah mungil <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/mengayuh-asa-menggapai-rumah-impian-lewat-bank-tabungan-negara/" title="Mengayuh Asa, Menggapai Rumah Impian Lewat Bank Tabungan Negara" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Pagi itu, aroma cat baru masih menguar di ruang tamu rumah mungil yang belum terisi perabot. Dina (29) dan Arif (31) duduk bersila di atas tikar, dua gelas teh hangat mengepul di antara mereka. Di tengah-tengah, seikat kunci rumah tergeletak kunci pertama atas nama mereka sendiri. “Rasanya masih nggak percaya,” ujar Dina pelan, matanya berbinar.</p>
<p>Sebagai pasangan milenial yang bekerja di sektor swasta di Jakarta, mimpi memiliki rumah sebelum usia 35 tahun dulu terdengar seperti angan yang terlalu jauh. Harga properti terus merangkak naik, sementara biaya hidup perkotaan tak pernah benar-benar ramah. Sewa apartemen, langganan hiburan digital, cicilan gawai semuanya terasa wajar, sampai suatu hari mereka mulai menghitung ulang.</p>
<p>Dina yang bekerja di bidang pemasaran dan Arif yang berprofesi sebagai analis data kemudian melakukan hal sederhana: mencatat. Setiap pengeluaran bulanan mereka tulis dengan rinci. Dari situ mereka sadar, dengan disiplin dan sedikit penyesuaian gaya hidup, dana sewa yang selama ini “habis begitu saja” bisa dialihkan menjadi cicilan rumah.</p>
<p>Langkah berikutnya membawa mereka mengenal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank Tabungan Negara (BTN). Konsultasi pertama terasa menegangkan, tetapi juga membuka wawasan baru. Mereka mempelajari simulasi cicilan, pilihan tenor, suku bunga, hingga perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran.</p>
<p>“Dulu kami pikir KPR itu menakutkan karena jangka panjang. Tapi setelah dihitung, cicilannya nggak jauh beda dari sewa apartemen,” kata Arif.</p>
<p>Proses pengajuan KPR menjadi pengalaman yang mendewasakan. Ada rasa cemas menunggu persetujuan, ada juga harap yang tumbuh setiap kali membayangkan dinding yang bisa dicat sesuai selera sendiri. Ketika akhirnya akad kredit diteken, keduanya sadar: ini bukan sekadar transaksi finansial, melainkan komitmen membangun masa depan.</p>
<p><strong>Milenial Berani Ambil Langkah</strong></p>
<p>Kisah Dina dan Arif bukan cerita tunggal. Di tengah gaya hidup serba cepat dan harga properti yang terus meningkat, semakin banyak generasi usia 25–40 tahun yang berani mengambil keputusan besar—membeli rumah pertama melalui KPR.</p>
<p>Bagi mereka, rumah bukan hanya tempat berteduh, melainkan simbol kemandirian dan pencapaian hidup. Menyewa hunian dalam jangka panjang mulai dipandang kurang strategis, terutama ketika cicilan KPR bisa menjadi investasi jangka panjang.</p>
<figure id="attachment_932" aria-describedby="caption-attachment-932" style="width: 200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-932" src="https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2026/02/Dirut-BTN-150x150.jpg" alt="" width="200" height="200" srcset="https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2026/02/Dirut-BTN-150x150.jpg 150w, https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2026/02/Dirut-BTN-90x90.jpg 90w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" /><figcaption id="caption-attachment-932" class="wp-caption-text">Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu (Sumber foto : dokumentasi BTN)</figcaption></figure>
<p>Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa secara umum pengambil KPR terbesar di BTN berasal dari kalangan milenial, dengan persentase mencapai sekitar 85 persen. Menurutnya, milenial kini menjadi tulang punggung pertumbuhan sektor perumahan nasional, terutama sebagai pembeli rumah pertama (first home buyer) dikutip dari detik.com.</p>
<p>Menariknya, penetrasi pembiayaan juga mulai menjangkau sektor informal. Jika sebelumnya porsi debitur dari kalangan wiraswasta dan pelaku UMKM relatif kecil, kini angkanya meningkat signifikan hingga menembus dua digit. Hal ini menunjukkan akses pembiayaan perumahan semakin inklusif dan terbuka bagi lebih banyak lapisan masyarakat.</p>
<p>Sejak 1976 hingga 2025, BTN telah menyalurkan pembiayaan KPR sekitar 510 triliun rupiah kepada jutaan debitur di seluruh Indonesia sebuah perjalanan panjang yang turut membentuk wajah perumahan nasional (sumber detik.com, 27 Januari 2026).</p>
<p><strong>Dari Menikmati Hari Ini, Menuju Membangun Esok</strong></p>
<p>Bagi Dina dan Arif, rumah kecil mereka mungkin belum sempurna. Belum ada sofa empuk, belum ada lemari besar. Namun di sanalah rencana-rencana masa depan mulai disusun tentang ruang kerja kecil di sudut rumah, tentang kamar anak kelak, tentang pohon yang akan ditanam di halaman.</p>
<p>Membeli rumah lewat KPR bukan lagi sekadar wacana bagi generasi milenial. Ia menjadi simbol perubahan pola pikir: dari sekadar menikmati hari ini menjadi membangun hari esok.</p>
<p>Di tangan generasi yang lebih sadar finansial dan berani mengambil langkah, kunci rumah pertama bukan hanya benda logam kecil. Ia adalah tanda bahwa mimpi, jika direncanakan dengan disiplin dan keberanian, bisa benar-benar digenggam. (Achmad Ichsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/mengayuh-asa-menggapai-rumah-impian-lewat-bank-tabungan-negara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun 2026 Harga Rumah Melonjak</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/tahun-2026-harga-rumah-melonjak/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/tahun-2026-harga-rumah-melonjak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 09:48:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Properti]]></category>
		<category><![CDATA[2026]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=338</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Pasar properti residensial di Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami tren kenaikan harga <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/tahun-2026-harga-rumah-melonjak/" title="Tahun 2026 Harga Rumah Melonjak" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Pasar properti residensial di Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami tren kenaikan harga jual pada tahun 2026. Kondisi ini menciptakan disparitas yang semakin lebar antara daya beli masyarakat, khususnya first-time home buyer, dengan harga hunian yang ditawarkan.</p>
<p>CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, memaparkan analisis mengenai dinamika pasar perumahan, yang menunjukkan pergeseran fokus developer besar dan ancaman krisis keterjangkauan bagi generasi mendatang.</p>
<p>Analisis Hendra atas pasar 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti akan terus berjalan, didukung oleh peningkatan permintaan dan pasokan yang terus berdatangan.</p>
<p>Harga jual rata-rata per unit diprediksi meningkat dan akan bergerak di kisaran Rp 2,5 miliar hingga Rp 2,6 miliar per unit.</p>
<p>Kenaikan harga ini mencerminkan mahalnya biaya lahan dan ongkos konstruksi yang terus merangkak naik, yang mau tidak mau dibebankan kepada konsumen.</p>
<p><strong>Bergeser ke Pinggiran dan Mengecil </strong></p>
<p>Kenaikan harga rumah yang tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat melahirkan dua anomali krusial dalam pola konsumsi hunian. Bagi first-time home buyer yang berorientasi pada keterjangkauan, pencarian rumah terpaksa bergeser jauh ke pinggiran kota penyangga Jakarta seperti Cisauk, Cikupa, Balaraja, dan Tenjo di Tangerang.</p>
<p>&#8220;Meskipun harga yang dikeluarkan relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya, ukuran rumah yang ditawarkan cenderung mengecil,&#8221; ujar Hendra.</p>
<p>Ini adalah strategi developer untuk menjaga harga jual per unit tetap berada dalam jangkauan pasar, meski dengan mengorbankan luasan bangunan dan lahan.</p>
<p>Township yang dikembangkan jauh dari pusat kota hanya akan menarik minat jika menawarkan perencanaan yang matang dan harga terjangkau, dilengkapi fasilitas lengkap, ruang terbuka hijau, lingkungan bebas polusi, serta infrastruktur jalan dan transportasi umum yang memadai.</p>
<p><strong>Perubahan Pola Membeli dan Menyewa </strong></p>
<p>Kesenjangan harga yang semakin tak terjangkau bagi generasi mendatang memicu perubahan perilaku konsumsi yang bersifat struktural: beralih dari membeli ke menyewa.</p>
<p>Menyewa rumah atau apartemen di kawasan perkotaan Jakarta dianggap semakin praktis dan efisien, terutama bagi pekerja yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.</p>
<p>Strategi menyewa memungkinkan mereka menghemat biaya transportasi dan waktu perjalanan, yang seringkali menjadi beban signifikan saat harus tinggal di pinggiran kota.</p>
<p>Jika tren ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi struktural pada harga lahan dan ongkos konstruksi, pasar properti Indonesia berisiko bergerak menuju model yang semakin terfragmentasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/tahun-2026-harga-rumah-melonjak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
