<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>wamenkop &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<atom:link href="https://beritabuanaindonesia.id/tag/wamenkop/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<description>Update Berita Terbaru Buana Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 11:39:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Logo-BERITA-BUANA-ID-32x32.jpg</url>
	<title>wamenkop &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wamenkop Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi Bersama dengan Agrinas di Ruang Publik</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-tekankan-pentingnya-koordinasi-dan-komunikasi-bersama-dengan-agrinas-di-ruang-publik/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-tekankan-pentingnya-koordinasi-dan-komunikasi-bersama-dengan-agrinas-di-ruang-publik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 11:39:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[wamenkop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=1256</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak Direktur Utama PT Agrinas Pangan <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-tekankan-pentingnya-koordinasi-dan-komunikasi-bersama-dengan-agrinas-di-ruang-publik/" title="Wamenkop Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi Bersama dengan Agrinas di Ruang Publik" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi bersama dalam menarasikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya dalam menghiasi komunikasi di ruang-ruang publik (media sosial).</p>
<p>&#8220;Kita harus lebih intensif lagi dalam berkomunikasi, agar tidak ada missleading di ruang publik,&#8221; ucap Wamenkop, saat mengunjungi PT Agrinas Pangan Nusantara, di Jakarta, Rabu (1/4).</p>
<p>Terlebih lagi, lanjut Wamenkop, antusiasme masyarakat terhadap Kopdes Merah Putih terbilang cukup tinggi. Bagaimana tidak tinggi, karena dengan adanya Kopdes, masyarakat bisa mendapatkan harga produk dengan harga murah, petani diuntungkan, hingga ada pinjaman mikro produktif di desa-desa dengan bunga rendah</p>
<p>&#8220;Akhir 2025 lalu, kita pernah lakukan survei yang hasilnya adalah tanggapan masyarakat sangat antusias dan positif. Ini tantangan bagi kita untuk mewujudkan fakta operasionalisasi koperasi yang memang positif,&#8221; ungkap Wamenkop.</p>
<p>Oleh karena itu, Wamenkop mengajak Agrinas untuk lebih memperkuat koodinasi, terutama agar tercipta komunikasi bersama di ruang publik. &#8220;Jangan sampai ada komunikasi publik yang tidak sama di ruang publik, hingga menjadi viral negatif di masyarakat. Meski tidak banyak, tapi jika dibiarkan bisa membesar yang bisa merugikan tujuan mulia kita,&#8221; ulas Wamenkop.</p>
<p>Sementara Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota memaparkan simulasi operasional Kopdes Merah Putih di wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang dianggap memiliki keunikan karena desanya sedikit dengan jumlah penduduk yang banyak (1.027 juta orang).</p>
<p>Lihat saja, rata-rata per desa disana jumlah penduduknya sebanyak 13 ribu jiwa, karena banyak penduduk pendatang. Lalu, koperasi ini juga menjadi sarana untuk mendistribusikan barang-barang subsidi. &#8220;Tujuannya, agar barang subsidi ini bisa langsung dinikmati masyarakat, tanpa ada penyimpangan sasaran,&#8221; kata Joao.</p>
<p>Joao menambahkan, di koperasi itu selain menjual barang-barang ritel, subsidi, UMKM, juga bakal menjadi offtaker dari produk yang ada di desa tersebut. &#8220;Nah, Torasera ini nanti yang menjadi pengendali distribusi untuk bisa menghubungkan barang-barang dari desa ini kepada wilayah lain, baik itu provinsi atau negara lain</p>
<p>Lebih dari itu, kata Joao, pihaknya juga akan memanfaatkan marketplace untuk menghubungkan dengan konsumen masyarakat dunia secara lebih efektif. &#8220;Yang pasti, kehadiran Kopdes Merah Putih itu harus menjadi simpul perkuatan ekonomi lokal,&#8221; ujar Joao. (Ikhsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-tekankan-pentingnya-koordinasi-dan-komunikasi-bersama-dengan-agrinas-di-ruang-publik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamenkop Dorong Kopontren Terus Tingkatkan Layanan Dengan Sentuhan Teknologi Digital</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-dorong-kopontren-terus-tingkatkan-layanan-dengan-sentuhan-teknologi-digital/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-dorong-kopontren-terus-tingkatkan-layanan-dengan-sentuhan-teknologi-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 08:14:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[kopontren]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[wamenkop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=1060</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama para pemangku kepentingan lainnya terus mendorong pertumbuhan Koperasi <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-dorong-kopontren-terus-tingkatkan-layanan-dengan-sentuhan-teknologi-digital/" title="Wamenkop Dorong Kopontren Terus Tingkatkan Layanan Dengan Sentuhan Teknologi Digital" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama para pemangku kepentingan lainnya terus mendorong pertumbuhan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya sebagai basis lembaga ekonomi di lingkungan pesantren. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan ekonomi umat.</p>
<p>Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Faridah Farichah menegaskan bahwa Kopontren memiliki potensi besar sebagai motor ekonomi berbasis komunitas. Bahkan asas koperasi dinilai sejalan dengan ruh agama islam yang menekankan bahwa kegotong-royongan, kekeluargaan dan kebersamaan dalam setiap usaha atau kegiatan.</p>
<p>&#8220;Sejatinya nilai yang dikembangkan dari koperasi sama dengan yang diajarkan oleh Islam. Di koperasi juga sama, menurut Undang-Undang Dasar 1945, ekonomi adalah usaha bersama yang dibentuk atas asas kegotong-royongan dan kerja sama,&#8221; kata Wamenkop Farida dalam sambutannya pada acara Rapat Akhir Tahun (RAT) Kopontren Daarut Tauhid, Bandung, Selasa (3/3).</p>
<p>Wamenkop Farida menegaskan bahwa Kopontren bukan hanya sebatas wadah usaha bersama, tetapi juga berperan sebagai sarana pemberdayaan potensi umat.</p>
<p>&#8220;Sehingga Bapak Presiden ingin mengembalikan arah pergerakannya sama dengan koperasi yang hari ini diwajibkan di setiap desa dan kelurahan untuk dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan catatan dari Kemenkop dan Kementerian Agama (Kemenag) saat ini terdapat sekitar 42.000 pondok Pesantren di seluruh Indonesia, namun dari jumlah itu yang memiliki Kopontren baru sekitar 6.000-an.</p>
<p>Oleh sebab itu di Pondok Pesantren Daarut Tauhid tersebut, Wamenkop Farida mengajak semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan Kopontren agar menjadi lembaga ekonomi umat yang menyejahterakan masyarakat dan mensukseskan program prioritas pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih termasuk</p>
<p>&#8220;Saya kira hari ini adalah momentumnya mengarusutamakan koperasi dan saya senang sekali ketika Pondok Pesantren juga memiliki ruh atau frekuensi yang sama seperti yang sudah dilakukan oleh Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang pada hari ini telah melaksanakan RAT yang ke-31,&#8221; kata Wamenkop Farida.</p>
<p>Wamenkop Farida kembali menegaskan bahwa saat ini Kopontren dengan jaringan yang dimiliki telah teruji kemampuannya dalam membangun ekosistem perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya sudah banyak Kopontren yang menjadi teladan dalam tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan.</p>
<p>Dengan potensi yang dimiliki oleh Kopontren tersebut, pemerintah akan terus memperkuat pendampingan hingga kemudahan akses permodalan agar Kopontren mampu bersaing dan tumbuh lebih besar. Namun, ia juga mendorong agar Kopontren harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar tidak tertinggal.</p>
<p>“Awareness masyarakat pesantren terhadap koperasi masih perlu ditingkatkan. Edukasi dan sosialisasi menjadi kunci dimana literasi digital menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat koperasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengapresiasi keberhasilan Kopontren Daarut Tauhid yang mampu bermitra dengan berbagai pihak dan memberi manfaat lebih luas. Wamenkop berharap koperasi lain dapat meniru model yang dikembangkan oleh Kopontren ini sehingga tercipta ekosistem ekonomi pesantren yang berkelanjutan.</p>
<p>“Koperasi harus menjadi jalan barokah, bukan sekadar keuntungan finansial,” ujarnya.</p>
<p>Di saat yang sama Pendiri Pesantren Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menekankan bahwa koperasi harus membawa nilai barokah. Menurutnya keberkahan itu bukan hanya keuntungan dari setiap usaha yang dijalankan melainkan dari sisi kebermanfaatannya bagi masyarakat. Di sisi lain, Koperasi harus mampu memastikan seluruh yang terlibat di dalam ekosistem dapat menjadi pribadi yang lebih baik.</p>
<p>&#8220;Koperasi sejatinya adalah salah satu jalanan untuk membangun karakter akhlak, jadi bukan semata-mata transaksi uang dan barang tetapibagaimana dengan ada koperasi terjadi perubahan akhlak menjadi lebih baik,&#8221; kata Aa Gym.</p>
<p>Ia berharap Kopontren Daarut Tauhid dapat menjadi contoh yang baik dalam mensinergikan antara muamalah dengan pembangunan karakter/akhlak yang baik bagi setiap orang. Aa Gym juga menegaskan bahwa pondok pesantren harus mampu membuktikan dua hal tersebut dapat berjalan beriringan.</p>
<p>“Istikamah dalam mengelola koperasi adalah perjuangan yang sesungguhnya,” tegasnya.</p>
<p>Ketua Kopontren Jawa Barat Komarudin Chalil menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2025, di Jawa Barat terdapat 12.755 pondok pesantren dengan 1.756 koperasi pondok pesantren (kopontren). Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi pengembangan koperasi berbasis pesantren. Ia menegaskan bahwa perjalanan koperasi pesantren masih panjang.</p>
<p>Menurutnya, beberapa Kopontren di Jawa Barat sudah menjadi rujukan nasional, seperti Kopontren Daarut Tauhid, Kopontren Al-Ittifaq, Kopontren Muhajirin dan lainnya. Kehadiran koperasi-koperasi tersebut sering diminta tampil dalam berbagai acara sehingga menunjukkan bahwa koperasi pesantren bisa menjadi model pemberdayaan ekonomi umat. (Ichan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/wamenkop-dorong-kopontren-terus-tingkatkan-layanan-dengan-sentuhan-teknologi-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
