<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>lokal &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<atom:link href="https://beritabuanaindonesia.id/tag/lokal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<description>Update Berita Terbaru Buana Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2026 02:22:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Logo-BERITA-BUANA-ID-32x32.jpg</url>
	<title>lokal &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kementerian UMKM Dorong Produk Lokal Tembus Pasar China</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/kementerian-umkm-dorong-produk-lokal-tembus-pasar-china/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/kementerian-umkm-dorong-produk-lokal-tembus-pasar-china/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 02:22:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=1307</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/kementerian-umkm-dorong-produk-lokal-tembus-pasar-china/" title="Kementerian UMKM Dorong Produk Lokal Tembus Pasar China" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat rantai pasok global sekaligus memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia, menyusul kunjungan kerjanya ke China dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026.</p>
<p>Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4), Menteri Maman menjelaskan kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan UMKM Indonesia ke dalam ekosistem ekonomi global melalui kemitraan yang saling menguatkan dengan China.</p>
<p>“Kepentingan utama kita ke China adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia dan memperluas akses pasar di negara itu,” ujar Menteri Maman.</p>
<p>Ia mengungkapkan, dalam forum tersebut sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar, antara lain durian, manggis, buah naga, serta sarang burung walet yang saat ini telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan pasar China.</p>
<p>Menurutnya, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut membuka peluang luas bagi pengusaha UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas ekspor.</p>
<p>“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Menteri Maman menegaskan bahwa penguatan kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga mencakup integrasi sistem digital.</p>
<p>Selain itu, Kementerian UMKM juga akan menyiapkan penguatan kapasitas sumber daya manusia agar bisa mengadopsi pengembangan UMKM di China.</p>
<p>“Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM, sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” ujar Menteri Maman.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga mendorong penyelesaian sejumlah kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China.</p>
<p>“Kami telah berkomunikasi dengan otoritas terkait di China untuk mencari solusi atas kendala tersebut agar arus ekspor dapat kembali lancar,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, pembukaan akses pasar China harus diiringi dengan pemenuhan standar dan regulasi yang berlaku. Untuk itu, kedua negara sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat harmonisasi persyaratan teknis bagi produk UMKM Indonesia.</p>
<p>“Kami sepakat membentuk tim bersama untuk mempercepat penyesuaian persyaratan agar produk UMKM Indonesia semakin mudah masuk ke pasar China,” ujar Menteri Maman.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, kerja sama ini akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman pada pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM di China pada September 2026.</p>
<p>Kementerian UMKM optimistis langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar global, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi perekonomian nasional. (Ikhsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/kementerian-umkm-dorong-produk-lokal-tembus-pasar-china/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamen Ekraf Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Penguatan IP Lokal</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/wamen-ekraf-tekankan-pentingnya-kolaborasi-dalam-penguatan-ip-lokal/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/wamen-ekraf-tekankan-pentingnya-kolaborasi-dalam-penguatan-ip-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 16:32:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kemenekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=802</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menerima <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/wamen-ekraf-tekankan-pentingnya-kolaborasi-dalam-penguatan-ip-lokal/" title="Wamen Ekraf Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Penguatan IP Lokal" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menerima audiensi PT IOTA Kreatif Media di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2).</p>
<p>Pertemuan ini membahas pengembangan platform digital anak berbasis budaya lokal, penguatan intellectual property (IP), serta tata kelola keamanan konten anak dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif digital yang berkelanjutan.</p>
<p>Dalam audiensi tersebut, Wamen Ekraf menegaskan pentingnya arah pengembangan IP lokal yang jelas dan terukur sejak awal. Menurutnya, keberlanjutan IP tidak hanya ditentukan pada kreativitas, tetapi juga kesiapan model bisnis.</p>
<p>“Aspek monetisasi perlu dipikirkan sejak awal agar pengembangannya dapat berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan. Penguatan IP lokal dapat dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui kolaborasi dengan IP yang telah dikenal, sembari membangun wadah yang kuat bagi lahirnya IP-IP baru,” ujar Irene Umar.</p>
<p>Dia menambahkan, pentingnya kualitas pengembangan dan tata kelola konten dalam platform digital anak.</p>
<p>“Pengembangan harus dilakukan secara matang dan efisien, tidak semata-mata mengejar ketertarikan awal. Konten untuk anak harus aman, terkurasi, dan melibatkan tenaga ahli, termasuk ahli budaya, agar pesan yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.</p>
<p>Audiensi ini juga membahas pengembangan platform Nusa Tara dan IOTA Kids sebagai sarana edukasi dan edutainment bagi anak usia PAUD hingga sekolah dasar. Platform itu dirancang untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah dan implementasi Kurikulum Merdeka.</p>
<p>Chief Operating Officer PT IOTA Kreatif Media, Ratna Yoes menjelaskan, Nusa Tara dikembangkan sebagai platform pembelajaran interaktif yang memperkuat IP lokal anak melalui pendekatan cerita dan karakter yang dekat dengan keseharian anak.</p>
<p>“Melalui Nusa Tara, kami berharap dapat memperoleh dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, khususnya dalam bentuk fasilitasi jejaring, eksposur, serta pelibatan dalam berbagai program dan event ekonomi kreatif, agar IP-IP lokal anak dapat tumbuh dan memiliki daya saing,” ujar Ratna.</p>
<p>Ia menambahkan, konten Nusa Tara dikemas melalui cerita rakyat yang dipadukan dengan karakter IP dan fitur interaktif. Platform ini juga diarahkan untuk menghasilkan data yang terukur sebagai dasar penguatan bisnis IP dan masukan bagi pengembangan industri kreatif anak ke depan.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing menilai inisiatif ini perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan teknis yang terstruktur agar dapat diimplementasikan secara optimal.</p>
<p>“Perlu ada perencanaan teknis yang jelas, termasuk segmentasi pengguna dan tahapan pengembangan, agar implementasinya berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Luat.</p>
<p>Menanggapi aspek keamanan konten, Chief Product Officer PT IOTA Kreatif Media Gunawan Wibisono menegaskan, perusahaan telah menerapkan standar ketat dalam pengelolaan konten anak.</p>
<p>“Kami menerapkan standar konten yang aman sejak tahap produksi hingga tayang. Setiap konten melalui proses kurasi berlapis dan dilengkapi fitur kontrol orang tua agar akses anak tetap terjaga,” jelas Gunawan.</p>
<p>Audiensi ini sejalan dengan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital sebagai the new engine of growth, melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan IP lokal, serta pengembangan berbagai subsektor ekonomi kreatif, termasuk gim, aplikasi digital, konten interaktif, dan edutainment berbasis budaya yang aman, bernilai edukasi, dan berdaya saing. (Iksan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/wamen-ekraf-tekankan-pentingnya-kolaborasi-dalam-penguatan-ip-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Libatkan 44.954 Tenaga Kerja Lokal</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/libatkan-44-954-tenaga-kerja-lokal/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/libatkan-44-954-tenaga-kerja-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 04:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Padat karya]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[PU]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=691</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Genangan lumpur masih menumpuk di sudut-sudut kelas SMK 3 Aceh Tamiang, Senin <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/libatkan-44-954-tenaga-kerja-lokal/" title="Libatkan 44.954 Tenaga Kerja Lokal" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Genangan lumpur masih menumpuk di sudut-sudut kelas SMK 3 Aceh Tamiang, Senin (19/1/2026). Material sisa banjir bandang belum sepenuhnya hilang dari bangunan-bangunan layanan publik, namun di balik puing-puing bencana yang melanda Aceh Tamiang, harapan mulai tumbuh dari kerja tangan masyarakat sendiri.</p>
<p>Melalui Program Padat Karya Tunai, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan pemulihan yang bukan hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali penghidupan warga terdampak. Program ini tidak hanya mempercepat pemulihan infrastruktur, tetapi juga memberikan kesempatan kerja dan penghasilan bagi masyarakat lokal, sehingga proses bangkit dari bencana dapat dirasakan secara bersama-sama.</p>
<p>Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu kita kerjakan 24 jam, di support penuh oleh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi. Masyarakat harus segera punya income kembali, apalagi banyak yang sebelumnya petani dan usahanya rusak akibat bencana,” kata Menteri Dody.</p>
<p>Di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau alat berat, Kementerian PU mengoptimalkan pekerja padat karya dengan dukungan peralatan berukuran kecil, sehingga proses pembersihan tetap efektif dan mampu menjangkau seluruh area terdampak hingga ke permukiman dan fasilitas umum.</p>
<p>Salah satu pekerja padat karya Tri Kurniawan, warga Karang Baru, Aceh Tamiang mengatakan selama dua pekan terakhir ikut membersihkan lumpur dan material sisa bencana, mulai dari lingkungan permukiman hingga fasilitas publik, termasuk kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, SMK 3 Aceh Tamiang, dan SMP Negeri 2 Karang Baru.</p>
<p>“Alhamdulillah, ada pekerjaan. Kita kan sudah tidak pekerjaan setelah banjir. Kemarin diajak kakak yang kerja di Huntara,&#8221; ujar Tri Kurniawan sambil terus mengayunkan cangkulnya.</p>
<p>Menurut Tri Kurniawan, upah yang diterimanya menjadi sumber penghidupan utama untuk membantu orang tua yang tidak lagi bisa bekerja akibat bencana. Sebagian penghasilannya bahkan disisihkan untuk membeli kebutuhan orang tua.</p>
<p>Rasa syukur terlibat padat karya Kementerian PU juga disampaikan Ikhsan Putra, warga Kuala Simpang. Menurut Ikhsan sejak bencana melanda harus menghentikan aktivitas ekonominya sebagai pedagang kecil makanan ringan. Kini, Ikhsan ikut terlibat dalam kegiatan pembersihan saluran drainase dan lingkungan fasilitas umum melalui program padat karya Kementerian PU.</p>
<p>“Sejak banjir, warung saya tidak bisa jalan karena rumah dan lingkungan kotor semua. Dengan ikut padat karya ini, saya bisa tetap punya penghasilan sambil membersihkan daerah sendiri,” tutur Ikhsan. Upah harian yang diterimanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus biaya sekolah anak-anaknya.</p>
<p>Berdasarkan data per 17 Januari 2026, Kementerian PU telah memberdayakan 44.954 orang tenaga kerja lokal melalui penanganan bencana berbasis Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Program ini menyasar wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian. (Ichan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/libatkan-44-954-tenaga-kerja-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
