<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>cina &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<atom:link href="https://beritabuanaindonesia.id/tag/cina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<description>Update Berita Terbaru Buana Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 08:53:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://beritabuanaindonesia.id/wp-content/uploads/2025/11/cropped-Logo-BERITA-BUANA-ID-32x32.jpg</url>
	<title>cina &#8211; Berita Buana Indonesia</title>
	<link>https://beritabuanaindonesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 08:53:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[olahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=1441</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil menembus <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/" title="RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil menembus pasar internasional melalui ekspor perdana ke Guangzhou, China.</p>
<p>Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Ali, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil transformasi pengelolaan sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.</p>
<p>“Prestasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional,” ujar Ali.</p>
<p>Pada Selasa (28/4), Rumah Produksi Bersama (RPB) Minahasa Selatan mengekspor dua kontainer produk olahan sabut kelapa berupa coco fiber, husk chip, dan peat blok dengan nilai Rp98.682.144. Ekspor ini menjadi tonggak penting dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.</p>
<p>Capaian ini juga menjadi bukti nyata peningkatan nilai tambah komoditas lokal sekaligus penguatan daya saing pengusaha UMKM di pasar global.</p>
<p>Minahasa Selatan dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa terbesar di Sulawesi Utara, dengan luas areal perkebunan mencapai 46.451 hektare. Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi kelapa daerah ini mencapai 43.980 ton pada 2025 atau berkontribusi sekitar 16,4 persen terhadap total produksi provinsi.</p>
<p>Potensi ekonomi dari pengolahan sabut kelapa sangat besar. Dari setiap 100 kilogram kelapa, dihasilkan sekitar 25 kilogram sabut yang dapat diolah menjadi 7,5 kilogram coco fiber dan 16 kilogram coco peat. Di pasar domestik, coco fiber memiliki nilai jual hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan coco peat sekitar Rp13.000 per kilogram.</p>
<p>Coco fiber atau serat alami sabut kelapa bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Material ini dapat diolah menjadi perlengkapan rumah tangga dan dekorasi, komponen industri dan otomotif, media tanam, sarana pelestarian lingkungan seperti geotekstil untuk cegah erosi, serta bahan baku industri lainnya.</p>
<p>Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, RPB olahan kelapa dibangun pada 23 September 2022 sebagai bagian dari strategi percepatan hilirisasi. Kehadiran RPB memungkinkan pengolahan komoditas kelapa secara lebih terintegrasi, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi petani dan pengusaha UMKM.</p>
<p>Ali menjelaskan sebelumnya para petani hanya memanfaatkan buah, tempurung, dan air kelapa. Melalui pendampingan dan penguatan ekosistem bisnis oleh Kementerian UMKM, sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah kini mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang diminati pasar global.</p>
<p>Keberhasilan ekspor ke China, sebagai salah satu pasar terbesar produk sabut kelapa dunia, menjadi indikator bahwa produk pengusaha UMKM Indonesia mampu memenuhi standar pasar internasional. Indonesia sendiri berkontribusi lebih dari 20 persen terhadap perdagangan global produk kelapa dan turunannya.</p>
<p>Ke depan, koperasi pengelola RPB Minahasa Selatan akan terus meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Model pengembangan RPB juga diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.</p>
<p>“Ekspor perdana ini harus menjadi penggerak komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan produk manufaktur berbasis komoditas lokal oleh pengusaha UMKM,” kata Ali.</p>
<p>Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi pengelola, serta pengusaha UMKM. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Peluncuran ekspor perdana turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pengembangan Skema Pembiayaan Program UMKM Faisal Anwar, Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas Muhammad Iqbal Abbas, serta para pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p>Rumah Produksi Bersama merupakan salah satu program strategis Kementerian UMKM untuk mendorong pengembangan manufaktur skala usaha mikro dan kecil berbasis komoditas lokal. Hingga saat ini, terdapat 16 lokasi RPB yang mengelola 12 jenis komoditas unggulan di berbagai daerah.</p>
<p>Melalui RPB, Kementerian UMKM menyediakan fasilitas produksi, dukungan alat dan mesin, pendampingan teknologi dan manajemen, serta perluasan akses pasar. Pendekatan berbasis business to business dan penguatan rantai nilai diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pengusaha UMKM secara berkelanjutan. (Ikhsan)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/rpb-minahasa-selatan-ekspor-perdana-olahan-sabut-kelapa-ke-china/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sido Muncul Curi Perhatian Akademisi China</title>
		<link>https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-curi-perhatian-akademisi-china/</link>
					<comments>https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-curi-perhatian-akademisi-china/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Achmad Ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 06:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[akademisi]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[sido muncul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritabuanaindonesia.id/?p=889</guid>

					<description><![CDATA[BERITABUANA-PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) berhasil menarik perhatian <a class="read-more" href="https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-curi-perhatian-akademisi-china/" title="Sido Muncul Curi Perhatian Akademisi China" itemprop="url"></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERITABUANA</strong>-PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) berhasil menarik perhatian akademisi internasional asal China berkat modernisasi industri obat tradisional yang diterapkan perusahaan tersebut. Bahkan, seorang profesor dari China disebut berencana mengajak pelaku industri jamu negaranya untuk belajar langsung ke Indonesia.</p>
<p>Hal itu disampaikan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat di hadapan mahasiswa Jurusan Jamu Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Surakarta dalam seminar internasional yang digelar di Balai Krida Poltekkes Surakarta.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Irwan berbagi pandangannya tentang strategi membangun industri jamu herbal yang kuat dan berdaya saing global.</p>
<p>“Tadi saya ngajarin bahwa jamu memang harus dikembangkan dengan baik dan mesti percaya bahwa alam kita lebih kaya mesti diolah dengan sungguh-sungguh. Dan percaya sama diri sendiri,” ujar Irwan.</p>
<p>Ia kemudian menceritakan kunjungan Profesor Yoseph Jie Yu dari University of Nottingham Business School China ke pabrik Sido Muncul. Menurut Irwan, profesor tersebut terkejut melihat fasilitas pengolahan jamu yang modern dan terintegrasi.</p>
<p>“Saya kasih contoh dari Profesor Yoseph Yu dari Nottingham University yang setelah lihat pabrik Sido Muncul, dia bilang perusahaan-perusahaan jamu di China ini harus belajar dari Sido Muncul. Ya intinya belajar dari Indonesia lah karena di sana kan kebanyakan kecil-kecil pabriknya, pabrik tradisional. Kita mesti pede, kita lebih baik, jangan sampai merasa rendah diri,” ucapnya.</p>
<p>Irwan juga berpesan kepada para mahasiswa agar mampu memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang melimpah menjadi produk jamu berkhasiat dan bernilai ekonomi tinggi.</p>
<p>“Kekayaan alam yang diberikan Tuhan ini pasti ada maksudnya untuk diolah, maka itu Poltekkes ini salah satu sekolah yang menurut saya cocok lah kalau ada siswa-siswa SMA yang mau kuliah, tempat ini adalah sasaran jurusan yang tepat gitu mengolah sumber alam kita menjadi pengobatan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Jurusan Jamu Poltekkes Surakarta Indri Kusuma Dewi menyebut jurusan D3 Jamu di Poltekkes Surakarta merupakan satu-satunya jurusan jamu yang ada di Indonesia.</p>
<p>“Hanya satu-satunya di Indonesia dan dunia jurusan jamu jadi memang kita concern ke pengobatan menggunakan ramuan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal kekayaan tanaman obat. Karena itu, potensi tersebut dinilai harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.</p>
<p>“Kalau nggak dirawat kan eman sekali. Setiap tanaman itu mempunyai senyawa aktif dan luar biasa sekali untuk mengatasi gangguan penyakit sehingga secara tidak langsung selain preventif, promotif dan juga bisa kuratifnya sebetulnya,” tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritabuanaindonesia.id/sido-muncul-curi-perhatian-akademisi-china/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
