Perkuat Wisata Belanja, Bina Holiday & Back to School Tebar Diskon Menarik di Momen Libur Sekolah

Nasional, Event62 Dilihat

BERITABUANA-Pemerintah terus mendorong pergerakan wisatawan nusantara sekaligus memperkuat konsumsi domestik pada momentum libur sekolah. Melalui kolaborasi Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI), program BINA Holiday & Back to School 2026 resmi diluncurkan dengan menghadirkan berbagai promosi belanja, aktivasi keluarga, dan dukungan perjalanan wisata di dalam negeri.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, mengatakan libur sekolah merupakan momentum strategis yang tidak hanya mendorong peningkatan aktivitas wisata, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan konsumsi masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional.

“Kami berharap BINA Holiday & Back to School dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target perjalanan wisatawan nusantara sebesar 1,176 miliar perjalanan dan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16-17 juta,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa dalam acara HIPPINDO 10th Anniversary dan Opening Ceremony BINA Holiday & Back to School, Senin (8/6/2026), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Wisata dan belanja memiliki keterkaitan yang erat dalam mendorong perputaran ekonomi daerah. Ketika masyarakat melakukan perjalanan wisata, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan sektor transportasi dan akomodasi, tetapi juga pusat perbelanjaan, UMKM, kuliner, hingga pelaku ekonomi kreatif di destinasi.

Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday yang bersinergi dengan Jakarta Great Sale dan Solo Great Sale berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026. Program ini menawarkan beragam promosi menarik, mulai dari diskon hingga 50 persen, berbagai aktivasi di pusat perbelanjaan, hingga wisata belanja di sejumlah daerah yang dapat dinikmati masyarakat secara langsung.

Adapun jumlah gerai dan mall yang terlibat sebanyak 800 brand/merek, 80.000 gerai, dan setidaknya 414 anggota mall/ pusat perbelanjaan di 24 provinsi. Program ini berlangsung di kota-kota besar diantaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, serta berbagai kota lainnya.

Program tersebut diyakini menjadi langkah strategis untuk mendorong konsumsi domestik, memperkuat sektor perdagangan, serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi yang saling terkait.

“Kami optimistis program ini dapat mengakselerasi aktivitas ekonomi nasional dan menghasilkan transaksi hingga Rp30 triliun,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

Kepercayaan tersebut didukung capaian penyelenggaraan sebelumnya. Pada BINA Lebaran 2026, program ini berhasil membukukan transaksi sebesar Rp54,9 triliun, melampaui target awal sebesar Rp53,38 triliun.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, mengatakan BINA Holiday & Back to School 2026 menjadi bagian dari perayaan satu dekade HIPPINDO dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor ritel.

“BINA Holiday & Back to School 2026 merupakan wujud nyata semangat kolaborasi untuk mendorong masyarakat berbelanja dan berwisata di Indonesia,” kata Budihardjo.

Sementara itu, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung pelaksanaan program BINA melalui berbagai kegiatan promosi dan aktivasi di pusat-pusat perbelanjaan di berbagai daerah.

*Liburan Cara Baru*
Selain menghadirkan program promosi dan aktivasi belanja, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.

Stimulus tersebut meliputi diskon transportasi kereta api, angkutan laut melalui PT Pelni, dan angkutan penyeberangan ASDP. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp190,5 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.899 orang.

Pemerintah juga memberikan stimulus transportasi udara melalui kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Pada periode liburan sekolah, 24 Juni hingga 5 Juli 2026, dialokasikan anggaran sekitar Rp472,7 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang.

Pada kesempatan terpisah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan sejumlah inisiatif yang digagas oleh Kementerian pariwisata dalam memanfaatkan momentum libur sekolah tahun ini.

Sebelumnya Kementerian Pariwisata telah berkolaborasi dengan HIPPINDO dalam penyelenggaraan BBWI Travel Fair x BINA 2026 yang berlangsung pada 15–17 Mei 2026 di Tunjungan Plaza, Surabaya. Kemudian akan dilanjutkan dengan program BBWI x BINA Cerita Liburan Sekolah, pada 15–17 Juni 2026 di Mall Tunjungan Plaza 6, Surabaya.

Melalui rangkaian inisiatif ini, liburan sekolah tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan, tetapi juga sebagai gerakan bersama untuk menikmati Indonesia.

“Setiap keluarga yang berwisata, berbelanja produk lokal, menikmati kuliner, atau mengunjungi pusat-pusat aktivitas masyarakat, ikut memberikan kontribusi nyata bagi pelaku pariwisata, ritel, UMKM, dan ekonomi daerah,” ujar Menteri Pariwisata.

Dalam kolaborasi tersebut, Kementerian Pariwisata memperkenalkan kampanye “Liburan Cara Baru”, sebuah pendekatan yang mendorong masyarakat untuk menikmati perjalanan wisata di dalam negeri dengan cara yang lebih relevan, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan keluarga masa kini.

Pilihan wisata yang ditawarkan mencakup short escape, wisata edukasi anak, perjalanan darat antarkota, eksplorasi desa wisata, hingga pengalaman budaya dan kuliner lokal bersama keluarga.

Untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan, Kementerian Pariwisata juga menghadirkan MaIA, platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) di indonesia.travel yang dapat membantu pengguna menemukan inspirasi destinasi, rekomendasi agenda perjalanan, serta berbagai ide wisata yang sesuai dengan minat dan kebutuhan keluarga.

Masih dalam indonesia.travel, Kementerian Pariwisata juga mengumpulkan berbagai paket wisata libur sekolah dari industri pariwisata, mulai dari travel agent, tour operator, OTA, hingga pelaku usaha terkait, untuk dipublikasikan dalam platform digital tersebut sebagai pilihan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia.

“Pendekatan Liburan Cara Baru diharapkan dapat membuka perspektif baru bahwa liburan yang bermakna tidak selalu harus dilakukan ke tempat yang jauh atau membutuhkan biaya besar. Indonesia memiliki begitu banyak pilihan destinasi yang menarik, edukatif, dan berkualitas untuk dinikmati bersama keluarga,” ucap Menteri Pariwisata.

Selain itu, Menteri Pariwisata juga berharap kolaborasi serupa bersama stakeholder pariwisata seperti, BINA Holiday & Back to School dengan HIPPINDO, dapat semakin banyak dilaksanakan terutama di puncak musim-musim liburan.

“Program seperti BINA diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata belanja dan meningkatkan minat wisatawan mancanegara termasuk dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam untuk berlibur atau memperpanjang masa liburannya ke Indonesia,” ungkap Menteri Widiyanti. (Ikhsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *